Rabu, 3 November 2010 10:52 WIB News Share :

Pemerintah kaji pengalihan penerbangan rute Solo dan Yogya ke Semarang

Jakarta--Pemerintah serius melakukan kajian penggabungan penerbangan untuk sementara dari Bandara Adisumarmo dan Adisucipto, ke Bandara Ahmad Yani, Semarang.

Pemerintah meminta maskapai penerbangan, bersama-sama siap menanggung biaya tambahan transportasi penumpang asal Yogyakarta dan Solo.

Demikian disampaikan Menteri Perhubungan Freddy Numberi usai SITA Indonesia Aviation IT Forum di Hotel Four Season, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (3/11).

“Satukan bandara, kita bahas sama tim ahli. Kalau jadi satu bagaimana. Namun dari sisi keamanan kita jamin, dalam bentuk note term,” jelas Freddy.

Freddy mengaku, pemerintah siap untuk menanggung biaya tambahan tersebut, bersama dengan maskapai yang bersangkutan, kalau rencana pengalihan penerbangan dilakukan ke Solo.

“Mengalihkan ke Semarang memang ada risiko transportasi risiko. Namun peluang itu ada. Ini kan sesaat. Cost penanggulangannya secara bersama-sama,” tambah Freddy.

Abu Gunung Merapi dalam beberapa hari terakhir memang mengganggu jadwal penerbangan dari dan menuju Kota Yogyakarta ataupun Solo. Bandara Adisoemarmo, Solo akhir pekan lalu sempat ditutup karena terkena hujan abu Gunung Merapi. Penerbangan di bandara itu dihentikan pada pukul 19.00 WIB.

Hal serupa juga terjadi di Bandara Adisutjipto pada Sabtu 30 Oktober 2010. Namun penutupan tidak berlangsung lama karena petugas sudah membersihkan abu di sepanjang landasan.

“Kita tutup tergantung situasi. Tergantung kebesihan, kita sudah bisa dibuka kembali,” imbuhnya.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…