Rabu, 3 November 2010 18:01 WIB News Share :

Mesjid Raya Salatiga batal digarap tahun ini

Salatiga (Espos)–Penyelesaian pembangunan Mesjid Raya Daarul Amal Salatiga yang dijadwalkan terlaksana tahun ini dipastikan batal, menyusul belum rampungnya proses perhitungan ulang konstruksi dan perencanaan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Salatiga. Proyek ini selanjutnya akan diluncurkan di tahun 2011, padahal anggaran senilai Rp 2,4 miliar telah dialokasikan dalam APBD 2010 untuk penyelesaian pembangunan mesjid tersebut.

Kepala DPU, Tri Susilo Budi mengatakan pihaknya harus melakukan perhitungan dan perencanaan ulang penyelesaian pembangunan mesjid yang telah menelan dana sekitar Rp 8 miliar lebih di tahap I tahun 2009 lalu, setelah ada perubahan konstruksi. Perubahan tersebut antara lain bertambahnya luasan pondasi bawah menara.

“Saya minta tambahan dana untuk ganti perluasan pondasi di luar dana yang telah dialokasikan dalam APBD 2010 lalu. Tambahannya sekitar Rp 1 miliar lebih,” papar Tri saat dihubungi Espos, Rabu (3/11).

Perubahan konstruksi pondasi ini berdampak pada penambahan biaya pekerjaan yang ahirnya diambilkan dari biaya pembangunan bagian atas menara. Karena faktor itulah, menurut Tri, pembangunan bagian atas menara belum rampung.

“Saya tidak ingin memaksakan pembangunan mesjid ini dilanjutkan namun akhirnya juga tidak rampung. Nanti saya lagi yang disalahkan. Kami putuskan agar proyek ini diluncurkan tahun 2011. Anggaran Rp 3,4 miliar lebih sudah dialokasikan di RAPBD 2011,” sambung dia.

Penyelesaian pembangunan mesjid raya ini ternyata bukan satu-satunya proyek tahun 2010 yang batal dilaksanakan. Beberapa proyek lain seperti pembangunan gedung Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu tahap II dan gedung Perpustakaan Daerah tahap II masing-masing senilai lebih dari Rp 2 miliar dan Rp 3 miliar terpaksa harus diluncurkan tahun depan.

kha

lowongan peekrjaan
PT. Integra Karya Sentosa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…