Rabu, 3 November 2010 16:04 WIB Klaten Share :

Merapi meletus lagi, warga berhamburan dalam kepanikan

Klaten (Espos)–Warga di lereng Merapi kembali berhamburan ke bawah dalam kepanikan Rabu (3/11) sore sekitar pukul 15.30 WIB. Kejadian tersebut terjadi menyusul terjadinya dentuman keras berulangkali dari puncak Merapi.

Koordinator Posko Induk Pengungsian di Klaten Joko Rukminto langsung menginstruksikan kepada masing-masing posko untuk mengavakuasi warga dengan pusat Kemalang yang masih berada di lereng Merapi.

“Saya instruksikan kepada warga untuk menjauh dalam radius 10 kikometer. Bakal terjadi letusan besar,” kata Joko usai menerima laporan dari Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono.

Dentuman keras yang memaksa warga lereng Merapi yang berada di atas membuat kesibukan hebat di sejumlah posko, termasuk di Dompol, Keputran dan Bawukan.

Pantauan Espos di posko induk Keputram, laju-laju kendaraan evakuasi meluncur ke puncak dan menjemput paksa warga. Sementara warga yang berada di lereng Merapi langsung berhamburan ke bawah dengan mengendarai sepeda motor. Kondisi jalanan dalam kepanikan.
“Kami ketakutan. Ada suara keras menggelagar di Merapi,” kata salah satu warga Sidorejo, Kemalang, Handayani dengan ketakutan.

Saat ini, Joko tengah menginstruksikan sejumlah truk yang masih di luar posko agar kembali dan menjemput paksa warga-warga yang masih di lereng Merapi. “Kami minta bantuan armada. Di atas dalam bahay,” kata Joko.

asa

Lowongan Pekerjaan
QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…