Rabu, 3 November 2010 06:18 WIB News Share :

Mekkah diguyur hujan lebat

Mekkah–Sebagian kota Mekkah dilanda hujan lebat. Hujan sesekali diselingi suara petir yang cukup keras.

Hujan mengguyur Mekkah, pada pukul 17.26 waktu setempat, Selasa (2/11). Hingga pukul 19.30 waktu setempat hujan masih turun. Ini merupakan hujan pertama yang mengguyur Mekkah setelah sebelumnya mengalami musim panas.

Hujan antara lain turun di Masjidilharam sehingga para jamaah pun kalang kabut  mencari tempat berteduh. Hujan juga mengguyur  Mahbas Jin, tempat berkumpulnya jamaah haji menunggu angkutan bus menuju Masjidilharam. Hingga saat ini hujan masih terus berlangsung.

Hujan juga melanda wilayah Syissah, empat kilometer dari Masjidil Haram. Toko-toko di wilayah Syissah, segera melindungi barang dagangannya dengan terpal. Petugas haji yang menyiapkan karpet untuk salat Maghrib di dalaman parkir Daker segera mengangkut kembali karpet-karpetnya.

Hujan ini menjadi penanda dimulainya musim dingin di Mekkah. Wakil Kepala Daker Mekkah bidang Perumahan, Ahmad Jauhari, menyatakan hujan menjadi tanda perubahan musim.

Cuaca dingin akan sangat terasa ketika jamaah haji mulai meninggalkan kota Mekkah. Ia berharap hujan tidak turun ketika jamaah sedang wukuf. “Mudah-mudan saat wukuf di Arafah tidak hujan. Bisa repot semua kalau hujan,” kata Ahmad.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT.KARTINI TEH NASIONAL (TEH DANDANG), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…