Rabu, 3 November 2010 12:28 WIB News Share :

Larang ke luar negeri, PAN klaim hemat Rp 2 M

Jakarta— Dua rombongan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tetap berangkat ke luar negeri meski bencana silih berganti menghantam Indonesia. Satu rombongan berangkat ke Korea Selatan dan Jepang, studi soal Otoritas Jasa Keuangan. Satu rombongan lagi ke Moskow, Rusia, belajar rumah susun.

Satu partai yakni Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan melarang anggotanya ikut kedua rombongan itu. “Ke Korea, kami batalkan dan kena denda,” kata Sekretaris Fraksi PAN, Teguh Juwarno, Rabu (3/11).

Denda tersebut adalah penalty fee karena membatalkan penerbangan, penginapan dan beberapa fasilitas lainnya. Namun Teguh meyakini, denda itu tidak seberapa dibandingkan besar uang yang dihemat negara.

“Sampai akhir tahun ini, kami menghitung ada 15 kader yang dibatalkan ke luar negeri,” kata mantan presenter sebuah televisi swasta itu. “Kalau dirata-rata satu orang menghabiskan Rp 150 juta, maka lebih dari Rp2 miliar dihemat negara.”

Dana yang dihemat itu, kata Teguh, bisa dipakai untuk penanganan bencana. “Kalau bangun sekolah, sudah berapa itu bisa dibangun,” katanya.

Sebagai alternatif dari pembatalan, PAN sudah mengusulkan model studi banding diganti dengan pemanggilan ahli atau memanfaatkan pelajar Indonesia di negeri yang bersangkutan. “Mereka pasti senang kita minta membuat kajian soal masalah tertentu. Apalagi bahasa mereka tentu lebih bagus dan mereka lebih intim dengan negeri setempat,” ujar Teguh.

Untuk diketahui, funtuk kunjungan ke Korea Selatan, para anggota DPR memperoleh US$323 per hari. Untuk negara tujuan Jepang, masing-masing anggota DPR mendapat US$300. Sedangkan biaya tiket kelas bisnis pulang pergi Jakarta-Seoul (Korea Selatan) seharga US$1.999 dan tiket Jakarta-Tokyo pulang pergi senilai US$2.112.

vivanews/rif

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…