Rabu, 3 November 2010 18:44 WIB News Share :

KPID Jateng prihatin isi tayangan radio dan televisi

Semarang (Espos)--Komisi Penyiaran Indonesia (KPID) Jateng merasa prihatin dengan isi tayangan lembaga penyiaran televisi dan radio yang sudah menyimpang dari norma agama dan hukum.

Menurut Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran KPID Jateng Zainal Abidin Petir lembaga penyiaran khususnya televisi swasta nasional telah lupa akan fungsinya sebagai media pendidikan, informasi, hiburan yang sehat, kontrol sosial, serta perekat sosial.

“Sekarang televisi tak sungkan lagi menayangkan tentang aib orang, perselingkuhan, intrik keluarga, maupun eksploitasi bagian-bagian tubuh perempuan,” ujarnya pada rapat koordinasi dengan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI), Fatayat, Aisyah, tim penggerakan PKK, KNPI, dan Dishubkominfo kabupaten/kota se-Jateng di Semarang, Rabu (3/11).

Tak hanya itu sambung ia, pengelola televisi swasta nasional sepertinya tidak merasa terbebani melakukan tayangan kekerasan, sadisme, mistik, dan tayangan yang mendorong anak dan remaja terinspirasi berperilaku konsumtif dan hedonisme.

“Ini sangat membahayakan bagi perkembangan anak-anak dan remaja,” tandasnya.

oto

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…