Rabu, 3 November 2010 15:51 WIB News Share :

Ketua DPR maklumi anggota DPR ajak istri ke Mekah

Jakarta — Ketua DPR Marzuki Alie tak mempermasalahkan sejumlah anggota DPR yang hendak membawa keluarganya dalam kunjungan ke luar negeri. Marzuki yakin keluarga yang ikut ke luar negeri tidak akan menganggu kinerja anggota DPR.

“Soal membawa keluarga saya enggak tau siapa saja. Soal Pak Radityo (Wakil Ketua Komisi VIII DPR) itu istrinya pembimbing haji, dia punya travel untuk umroh, mungkin diperlukan untuk memperlancar jalan,” ujar Marzuki kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (3/11).

Marzuki menuturkan, kunjungan kerja yang diikuti Radityo adalah pengawasan haji. Marzuki melihat kunker tersebut sangat penting untuk menjamin kelancaran ibadah haji.

“Itu sesuatu yang menurut saya berbeda dengan kunker yang dipersoalkan. Ini rutin dilakukan setiap tahun dalam rangka meningkatkan pengawasan haji. Yang kita tahu para jamaah haji lebih besar dari dulu karena lebih dekat dengan Masjidil Haram,” papar Marzuki.

Komisi VIII ke Makah untuk memastikan pelayanan pemerintah optimal kepada para jamaah. Marzuki memahami kepentingan tersebut bagian dari ibadah.

“Sekarang maksimum di ring II. Artinya jalan kaki pun bisa sampai. Kalau jalan santai setengah jam sampai. Itu gunanya pengawasan haji,” jelas Marzuki.

Marzuki sendiri mengaku tidak pernah mendapat laporan terkait anggota DPR yang membawa keluarga ke luar negeri. Marzuki menilai hal tersebut di luar tanggung jawabnya.

“Kita gak dilaporin bawa istri. Yang disetujui itu nama-nama anggota DPR dengan dilampirkan proposal kunjungan tersebut. Proposal itu dimintakan dipublikasikan ke media,” tandasnya.

14 Anggota DPR Komisi VIII pada 4 November akan pergi ke Mekah, Arab Saudi. Rencananya mereka akan melakukan kunjungan kerja terkait pelaksanaan haji. Informasi beredar ada di antara rombongan yang membawa suami atau istri.

Saat dikonfirmasi, Wakil Ketua Komisi VIII Ahmad Zainudin tidak membantah. Namun dia menjamin kalau suami atau istri yang ikut serta, tidak dibayari negara alias menggunakan biaya sendiri.

“Itu biaya sendiri. Tenaga ahli yang berangkat untuk mencatat kekurangan saja kita iuran,” elak Ahmad saat dikonfirmasi detikcom, Senin (1/11).

Data yang diperoleh, 14 anggota yang berangkat itu Chairunisa dari Golkar, dan yang lainnya yakni Syofwatillah Mohzaib dari Demokrat, Nurul Imam Musthopa dari Demokrat, Syaiful Anwar dari Demokrat, Sayed Fuad Zakaria dari Golkar, HM Busyo dari Golkar, Hayu R Anggara Shelomita dari PDIP, Muhammad Said Abdullah dari PDIP.

Kemudian juga Jazuli Juwaini dari PKS, Herlini Amran dari PKS, Amran dari PAN, Hasrul Azwar dari PPP, Lukman Hakim dari Gerindra, dan dari Hanura ada Soemintarsih Moentoro.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…