Rabu, 3 November 2010 16:50 WIB Solo Share :

Distan waspadai hewan kurban dari luar kota

Solo (Espos)–Dinas Pertanian (Distan) Kota Solo mewaspadai kemungkinan masuknya hewan kurban berpenyakit menular berbahaya dari luar wilayah.

Rencananya mulai Rabu (10/11) mendatang tim Distan akan melakukan pemantauan lapangan kondisi fisik hewan-hewan kurban. Pernyataan itu disampaikan Kepala Distan Weni Ekayanti saat ditemui Espos di ruang kerjanya Rabu (3/11).

“Ada serangan penyakit menular berbahaya pada hewan di salah satu daerah di Soloraya. Kami telah minta Provinsi untuk mencegah peredaran ternak dari daerah itu ke Solo,” katanya.

Menurut Weni permintaan serupa diajukan pemerintah kabupaten (Pemkab) di Soloraya. Tujuannya supaya penyakit yang bisa menular kepada manusia itu tidak menyebar di wilayah masing-masing. Untuk memastikan hewan kurban di Solo sehat, tim Distan akan mengecek fisik dan menanyakan daerah asal ternak. Namun berdasar data tahun-tahun sebelumnya jumlah hewan kurban di Solo dari kabupaten di Soloraya terhitung sedikit.

Saat ditanya ihwal jenis penyakit menular berbahaya yang dimaksud, Weni menolak menyampaikan. Selain penyakit berbahaya, Distan juga akan memantau penyakit seperti orf atau berengen dan beleken. Dua jenis penyakit itu menyerang kambing. Penyakit yang disebut terakhir bisa berujung pada kebutaan atau cacat fisik. Sehingga panitia dan pembeli hewan kurban diminta berhati-hati memilih hewan kurban.

Distan juga akan memantau kondisi daging kurban di lokasi-lokasi penyembelihan hewan kurban. Salah satu penyakit yang diwaspadai yakni cacing hati pada sapi. Hati sapi yang terserang cacing tidak serta merta harus dibuang. Masyarakat masih bisa mengkonsumsi bagian sapi yang belum diserang cacing. “Buang saja bagian hati yang sudah dijangkiti cacing. Bagian hati yang belum kena cacing masih bisa dikonsumsi,” terang dia.

kur

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…