Rabu, 3 November 2010 21:31 WIB News Share :

Antisipasi banjir lahar, warga lima desa diungsikan

Magelang--Hujan lebat yang terjadi menyusul erupsi Gunung Merapi, mengakibatkan banjir lahar dingin. Khawatir terkena imbasnya, ribuan warga desa di tepian Kali Senowo pun diungsikan ke lokasi di luar radius aman 15km.

Paling tidak ada lima desa yang terdiri dari sebelas dusun yang harus segera dikosongkan. Yakni desa Banyudono, Dukun dan Sumber yang berada di selatan Kali Senowo.

Dua desa lainnya yaitu, Desa Ngargo Suko dan Desa Krinjing. Dua desa yang terdiri dari delapan dusun ini berada di sisi utara Kali Senowo.

Menurut petugas SAR di Desa Banyudono, Yanto, 40, keputusan mengungsikan ribuan warga lima desar diambil menyusul kemungkinan Kali Senowo akan dibanjiri lahar dingin. Sebab memang tidak tertutup peluang kemungkinan buruk itu akan terjadi mengingat aktivitas Merapi yang belum mereda.

“Ribuan warga sekitar Kali Senowo telah mendengar informasi bahwa ancaman awan panas akan turun dan mengakibatkan banjir lahar dingin. Maka itu kita  langsung minta warga untuk mengungsi di beberapa tempat pengungsian sementara, yang ada di atas radius 15 Km,” ujar Yanto

Pengungsian bagi warga lima desa itu dibagi di tiga tempat. Yaitu di Posko pengungsian Banyudono 1, Banyudono 2 dan Sewukan.

Namun posisi pos pengungsian Sewukan sedikit dikhawatirkan. Karena jarak pos yang ditempai 1200 warga Krinjing tersebut dari lokasi Merapi masih berada di radius 12 Km.

“Belum ditetapkan akan pindah ke mana. Sedangkan untuk pos Banyudono I ada di radius 18 KM dan Banyudono 2 di radius 20 Km. Cukup Aman,” jelasnya

Seperti dilansir detikcom, warga mulai dievakuasi untuk turun sekitar pukul 20.00 WIB. Tidak sedikit yang menggunakan sepda motor dan sebagian lagi menumpang mobil pick up milik petugas.

Sedemikian banyaknya pengungsi sementara pengungsian pengganti belum siap,  sebuah rumah makan dan tempat pemacingan mendadak jadi tempat penampungan. Di tempat itu warga melakukan ibadah Salat Isya berjamaah.

Sejumlah polisi berjaga di jalur menuju Merapi di kecamatan Dukun. Mereka  menghadang beberapa warga yang akan naik menuju ke puncak dan memintanya berbalik arah.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
STAFF SURVEY,MARKETING,SPG,SPB, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…