Rabu, 3 November 2010 20:09 WIB News Share :

Anggaran Tim Pengawas Haji DPR Rp 4,9 M

Jakarta--Anggaran kunjungan kerja tim pengawas haji Komisi VIII DPR ke Makkah memakan biaya Rp 4,9 miliar. Biasanya anggaran yang diperlukan untuk satu kali kunjungan ke luar negeri, hanya Rp 1,7 miliar.

“Anggaran Kunker DPR pengawasan haji, Rp 4,9 miliar, merupakan jatah anggaran terbesar dibandingkan komisi dan alat kelengkapan lain,” ujar Sekjen Fitra, Yuna Harun, kepada detikcom, Rabu (3/11).

Yuna menuturkan, anggaran tersebut diperoleh dari data pagu anggaran Komisi VIII DPR. Anggaran tersebut sudah termasuk uang saku untuk sekitar 30 anggota DPR yang akan ke Mekah.

“Anggaran DPR untuk haji ini dapat mengcover uang makan selama 12 hari pengungsi di Merapi, Mentawai danĀ  Wasior yang jumlahnya mencapai 90.499 jiwa,” terang Yuna.

Yuna kemudian mengkritisi kecerobohan DPR tersebut. Menurutnya, DPR tidak menggubris dorongan moratorium kunker, selama bencana sekalipun.

“DPR sungguh tidak peka dengan keadaan rakyatnya, ditambah Aji mumpung membawa anggota keluarganya. Terbukti moratorium yang tidak terlembagakan hanya dijadikan ajang cari muka partai-partai di DPR,” tandasnya.

Rombongan pertama Komisi VIII DPR akan berangkat ke Mekah tanggal 4 November 2010. Rombongan berjumlah 15 orang.

Rombongan DPR juga menyertakan 9 orang keluarga. Mereka menjamin semua keperluan keluarga dibiayai masing-masing anggota.

Ketua DPR Marzuki Alie memaklimi anggota DPR yang membawa keluarganya saat kunker ke Mekah. Marzuki menilai pengawasan haji sangat penting.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…