Selasa, 2 November 2010 19:18 WIB Klaten Share :

Skandal korupsi BKK, Direksi bentuk tim investigasi

Klaten (Espos)--Jajaran direksi Badan Kredit Kecamatan (BKK) Klaten membentuk tim investigasi untuk mengevaluasi terjadinya skandal dugaan korupsi BKK dan melacak kembali keberadaan kredit macet senilai Rp 20 miliar.

Mereka optimistis, tim investigasi tersebut bakal mampu mengembalikan 75% keberadaan uang yang tak karuan dalam kredit macet tersebut.

“Tim invetigasi ini akan melakukan identifikasi dan klasifikasi di masing-masing BKK. Kami yakin, 75% dana yang hilang dalam kredit macet akan kembali,” tegas Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) BKK Wedi, Sri Astuti Fajarwati kepada wartawan dalam jumpa pers di salah satu rumah makan di Klaten, Selasa (2/11).

Sri yang juga membawahi 24 BKK se-Klaten tak menampik bahwa terjadinya skandal dugaan korupsi yang membelit tiga orang “dalam” BKK telah berimbas kepada nasabahnya.

Meski demikian, pihaknya bersama jajaran direksi lainnya akan membuktikan bahwa di internal BKK akan melakukan perbaikan dan perombakan sistem di internal BKK.

asa

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…