Selasa, 2 November 2010 22:39 WIB News Share :

SBY
Satu jiwa pun akan diselamatkan

Magelang (Espos)--Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) mengunjungi tempat pengungsian akhir (TPA) Tanjung, Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang. Ia mengatakan dalam setiap bencana, satu jiwa pun akan diselamatkan. Karenanya, Presiden meminta warga untuk mengikuti seruan pemerintah.

“Saya berharap pada semua warga agar betul-betul menaati, mengikuti dan menjalankan apa yang disampaikan Pemerintah, baik itu bupati, gubernur dan lain-lain,” katanya, kepada 1.400 pengungsi bencana Merapi asal Desa Kaliurang Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang, Selasa (2/11) malam.

Ia juga meminta warga mengikuti apa yang disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) karena instansi itu tugasnya juga memberikan tindakan tanggap darurat, termasuk langkah penyelataman. Menurutnya, semua dilakukan untuk menjaga keselamatan semua warga.

Presiden juga mengaku senang setelah Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo menyampaikan bahwa para pengungsi berkenan untuk sementara ada di penampungan demi keselamatan semua. “Kita berharap letusan Merapi segera reda, insya Allah setelah dinyatakan aman, akan dipersilakan untuk <I>kondur<I> (pulang),” katanya.

Pada kesempatan itu, Presiden mengatakan Pemerintah Daerah sudah bekerja, berupaya melakukan langkah-langkah untuk keamanan dan keselamatan seluruh penduduk di Jawa Tengah, utamanya tiga Kabupaten yakni Magelang, Klaten dan Boyolali serta Sleman di DIY. Pemerintah Pusat pun, katanya, membantu Pemerintah Daerah untuk menjalankan tugas-tugas tersebut.

Menurutnya, letusan Gunung Merapi adalah peristiwa alam dan tidak ada yang bisa mencegahnya. “Kita tahu Gunung Merapi biasanya setiap tiga tahun sekali meletus. Kita tidak tahu berapa besar letusannya, apakah ada awan panas yang keluar pada saat letusan itu terjadi, tidak tahu meluncur ke arah mana,” katanya.
Namun, kemungkinannya adalah empat kabupaten yang ada di lerengnya, yakni Magelang, Boyolali, Klaten dan Sleman. Yang penting, katanya, Pemerintah melakukan segala upaya untuk menyelamatkan semua termasuk anak-anak.

Selama di penampungan ini, Presiden meminta para pengungsi untuk bisa bersabar karena kondisi di tempat pengungsian sementara tidak seperti di rumah. Pemerintah Daerah, katanya, akan memberikan pelayanan, makanan, obat kalau ada yang sakit dan bantuan-bantuan lain yang diperlukan. Pihaknya berharap agar bisa diterima dengan baik apa yang diihtiarkan dan apa yang dibantukan oleh pemerintah tersebut.

Presiden mengaku sejak awal ia mengikuti semua bencana yang terjadi di negeri ini meliputi letusan Merapi, tsunami di Mentawai dan tanah longsor disertai banjir di Wasior. “Saya mendorong Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat untuk membantu saudara yang mengalami musibah itu,” ujarnya.

Saat ini, ia mengungkapkan, pemerintah dengan dengan jajarannya telah sekuat tenaga untuk membantu. Karenanya, ia berterima kasih pada semua pihak yakni Bupati, Gubernur, TNI, Polri, PMI, Tagana serta  relawan, perusahaan yang telah memberi bantuan. Menurutnya, apa yang mereka lakukan itu mulia. Karenanya, ia berharap agar mereka terus membantu sampai semua selesai dan pengungsi bisa kembali ke tempat masing-masing.

JIBI/Harian Jogja/nia

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…