Selasa, 2 November 2010 22:47 WIB Boyolali Share :

Peternak sapi mulai kesulitan peroleh hijauan

Boyolali (Espos)–Sejumlah peternak sapi perah di tiga kecamatan di Boyolali masing-masing Kecamatan Selo, Musuk dan Cepogo mulai kesulitan memperoleh pakan hijauan. Pasalnya, rumput yang ada saat ini sudah tertutup abu vulkanik Merapi.

Salah seorang peternak sapi perah di Dukuh Bubakan, Desa Jelok, Cepogo, Waluyo, 50, mengatakan seluruh hijauan yang ada di ladangnya tertutup abu vulkanik. Sehingga, hal itu tidak bisa langsung diberikan kepada sapi perahnya.

“Saya harus membersihkan abu agar bersih dan baru bisa diberikan kepada sapi,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (2/11).

Diakuinya, hujan yang terjadi di sebagian wilayah Selo dan Cepogo, Selasa siang, juga belum mampu melarutkan seluruh timbunan abu di tanaman hijauan untuk pakan ternak.

Dijelaskan dia, kekurangan hijauan itu sudah dirasakan sejak beberapa hari lalu. Hal itu berdampak pada menurunnya produksi susu segar.

Menurut Waluyo, pada hari biasa seekor sapi perah mampu menghasilkan sekitar 12 liter/hari. Namun kini hanya menghasilkan tujuh liter/hari.

“Sapi yang saya miliki 10 ekor. Baru tiga ekor yang bisa diperah. Itupun produksi turun karena hijauan yang terkena abu vulkanik,” papar dia.

fid

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…