Selasa, 2 November 2010 21:04 WIB Boyolali Share :

Pengungsi mulai terserang penyakit

Boyolali (Espos)–Sebagian pengungsi yang berada di tempat pengungsian akhir (TPA) di Lapangan Samiran, Seli mulai terserang penyakit. Mereka mengeluhkan kepala pusing, pegal maupun sesak nafas. Para pengungsi juga mengeluhkan minimnya fasilitas MCK di lokasi pengungsian.

Salah seorang warga Dukuh Sumber, Desa Klakah, Selo, Suroto, 50, mengatakan dirinya mengalami pusing dan badan pegal. Senada juga disampaikan Ngatemi, 40. Dirinya mengalami pusing dan demam.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim dokter diminta untuk banyak beristirahat,” ujarnya kepada Espos, Selasa (2/11).

Namun demikian, jelas Suroto, dirinya tidak bisa terus menerus berada di tenda pengungsian. Pasalnya, dirinya harus mengurus ternak dan ladang. Sedang sore harinya baru ke tempat pengungsian.

Salah satu relawan dr Arif Budi mengatakan setiap hari jumlah pengungsi yang diperiksa mencapai puluhan orang. Sebagian besar mengeluh kepala pusing dan badan pegal-pegal. Kondisi itu disebabkan pengungsi kelelahan karena harus bolak balik ke rumah dan tempat pengungsian.

fid

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…