Selasa, 2 November 2010 17:55 WIB News Share :

Pemkot Salatiga siapkan 2.000 masker

Salatiga (Espos)–Debu vulkanik letusan Gunung Merapi yang merambah Kota Salatiga sejak Minggu (31/10) lalu membuat pemerintah kota setempaat waspada akan dampak buruk yang ditimbulkan. Pemkot melalui Dinas Kesehatan telah menyiapkan sekitar 2.000 unit masker yang akan dibagikan dalam waktu dekat.

Menurut Kepala Bagian Humas Kota Salatiga, Prasetyo Icthiarto, Selasa (2/11), debu vulkanik merapi menyebar hampir merata ke seluruh wilayah kota yang hanya memiliki empat kecamatan tersebut. Memang, di beberapa kecamatan seperti Tingkir dan Argomulyo intensitas debu lebih tinggi dibandingkan dua kecamatan lainnya.

“Kami sudah koordinasi dengan Bu Sovie (Sovie Harjanti, Kepala Dinas Kesehatan-red) soal debu Merapi ini. Kami akan menyiapkan 2.000 masker yang akan dibagikan besok (Rabu, 3/11),” jelasnya saat ditemui Espos di ruang kerjanya.

Pembagian masker akan dilakukan di sejumlah titik mulai dari perkantoran pemerintah, pasar dan sejumlah fasilitas publik lainnya. Pemkot akan bekerjasama dengan para anggota Pramuka dalam pembagiannya.

Jika jumlah masker ini yang disediakan dari anggaran APBD dianggap kurang, lanjut Prasetyo, Pemkot akan menambah jumlah masker dengan menggunakan dana hasil sumbangan para PNS di lingkungan Pemkot Salatiga.

“Memang debu tidak terlihat seperti di Boyolali, Klaten atau Sleman. Namun justru karena tidak terlihat inijadi berbahaya karena orang banyak yang tak menyadarinya. Dampaknya memang tak langsung dirasakan namun membutuhkan waktu. Bagi anak-anak dan balita ini sangat berbahaya,” urainya.

Sementara itu dari pantauan hingga kemarin siang, intesitas debu Merapi yang merambah Salatiga hampir sama dengan sehari sebelumnya. Beruntung hujan yang turun selama beberapa jam mengurangi konsentrasi debu yang terbang diudara.

kha

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…