Selasa, 2 November 2010 16:03 WIB Internasional Share :

Malaysia dilanda banjir, 12.000 orang dievakuasi

Kuala Lumpur--Bencana banjir melanda Malaysia. Lebih dari 12 ribu orang dievakuasi akibat banjir yang terjadi di dua negeri bagian Malaysia tersebut. Sekolah-sekolah pun terpaksa diliburkan.

Di negeri bagian Perlis, yang berbatasan dengan Thailand, sekitar 3 ribu orang diungsikan. Mereka kini tinggal di tempat-tempat penampungan. Sebanyak 11 sekolah diliburkan akibat banjir yang disebabkan oleh hujan deras tersebut.

Demikian seperti diberitakan kantor berita resmi Malaysia, Bernama dan dilansir AFP, Selasa (2/11).

Menurut Bernama, beberapa jalan di Perlis tak bisa dilalui akibat banjir. Gedung-gedung publik, termasuk sebuah rumah sakit pun terendam banjir.

Banjir juga melanda negeri bagian Kedah yang berdekatan dengan Perlis. Di sana, sekitar 9.264 warga terpaksa diungsikan dari rumah-rumah mereka yang terendam banjir. Mereka ditempatkan di 39 pusat penampungan.

Akibat hujan deras, permukaan air di beberapa sungai di Kedah telah meningkat melebihi level bahaya.

Selain Malaysia, banjir juga menerjang Thailand. Banjir yang terjadi sejak bulan Oktober tersebut telah menewaskan lebih dari 100 orang.

Hari ini bahkan banjir besar melanda Kota Hat Yai di selatan Thailand. Permukaan air di sejumlah tempat bahkan mencapai beberapa meter.

Otoritas Thai memperkirakan, hampir enam juta jiwa penduduk terkena bencana banjir di negeri itu. Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva bahkan menyebut banjir kali ini sebagai “bencana alam dahsyat”.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…