Selasa, 2 November 2010 14:59 WIB Haji Share :

Jemaah menumpuk di asrama, Calhaj Kloter 71 ditahan di daerah

Boyolali (Espos) — Penumpukan jemaah calon haji (Calhaj) di Asrama Haji Donohudan membuat Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo kewalahan. Agar penumpukan tidak lebih parah, PPIH meminta jemaah kelompok terbang (Kloter) 71 Kabupaten Kendal menunda keberangkatan dari daerah.

Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Pengumpulan dan Pengolahan Data (Pulahta) merangkap Sekretaris Humas PPIH Embarkasi Solo, Akhmad Su’aidi, menyatakan sampai Selasa (2/11) pukul 13.30 WIB,  asrama haji sudah menampung lebih dari 2.600 Calhaj dari tujuh Kloter berbeda. Padahal Asrama Haji Donohudan sebenarnya hanya memiliki daya tampung untuk jemaah dari lima Kloter saja.

Calhaj Kloter 71 dari Kabupaten Kendal dijadwalkan tiba di Asrama Haji Donohudan, Selasa (2/11) pukul 17.00 WIB. “Tapi karena persoalan daya tampung, keberangkatan mereka dari daerah kami minta untuk ditunda sampai ada pemberitahuan berikutnya,” ungkap Su’aidi ketika ditemui Espos di Sekretariat Humas PPIH Embarkasi Solo, didampingi pejabat Humas lainnya, Zainal Abidin.

Informasi yang dihimpun, kedatangan Calhaj Kloter 70 dari Kabupaten Magelang sebenarnya juga sempat diminta dilakukan penundaan. Namun karena sudah dalam perjalanan, rombongan pun tetap memasuki asrama haji sesuai jadwal pada pukul 13.00 WIB. Hal berakibat jemaah yang bertumpuk di asrama haji semakin bertambah setelah sebelumnya sudah ada enam Kloter yang lain.

try

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…