Selasa, 2 November 2010 19:37 WIB News Share :

Isi surat anak Mbah Maridjan untuk Presiden SBY

Sleman--Anak ketiga Mbah Maridjan, Asih, memiliki permintaan khusus untuk Presiden SBY.

Permintaanya ini terkait musibah yang menimpa warga Dusun  Kinahrejo dan sekitarnya akibat letusan Gunung Merapi.

Permintaan ini ditulis tangan oleh Asih di secarik kertas. Selanjutnya, kertas tersebut diserahkan secara simbolis kepada Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri di Posko Pengungsian Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan,
Kabupaten Sleman, Selasa (2/11).

Salim pun berjanji akan meneruskan permintaan Asih kepada Presiden SBY. Asih yang mewakili warga dusunnya memiliki empat permintaan, yakni terkait rumah warga, pendidikan anak-anak, relawan yang tewas dan kendaraan yang hancur. Berikut isi lengkap surat dari Asih untuk Presiden SBY

Kepada Yth.
Bapak Presiden RI
di Jakarta

Assalamualaikum Wr.Wb.
Sehubungan dengan musibah yang menimpa warga Kinahrejo dan sekitarnya akibat Gunung Merapi perkenankanlah kami mohon kepada Bapak Presiden:

1. Agar Warga Kinahrejo, Pelemsari dan sekitarnya dapat segera mendapatkan rumah dan mata pencaharian.

2. Agar anak-anak bisa segera sekolah lagi.
3. Mohon relawan yang gugur dalam rangka menyelamatkan warga Kinahrejo dan
sekitarnya mendapatkan penghargaan selayaknya. (Mas Tutur Priyanto dan Wawan)

4. Mohon agar kendaraan-kendaraan yang terbakar saat evakuasi dapat diberi ganti.

Kami percaya bahwa Bapak Presiden memberi kebijaksanaan atas permintaan Kami. Semoga Bapak Presiden diberi kekuatan untuk memimpin bangsa dan negara.

Doa kami untuk kesejahteraan Bapak sekeluarga.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Merapi, 2 November 2010
Hormat Kami,
a.n. warga
Keluarga Mbah Marijan

TTD
Asih Marijan

dtc/nad

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…