Selasa, 2 November 2010 08:07 WIB Internasional Share :

Gunung api di Islandia 'memanas'

Reykjavik–Tidak hanya di Indonesia, gunung api di Islandia juga menunjukkan tanda-tanda akan meletus. Hal ini membuat para pengelola maskapai penerbangan khawatir karena akan mempengaruhi lalu lintas udara.

Dilansir AFP, Selasa (2/11) dinihari, peningkatan volume air terlihat sejak Minggu malam di sungai Gigja. Air tersebut berasal dari glasier Vatnajoekull di timur laut Islandia, dan merupakan lelehan dari gunung api Grimsvoetn. “Volume air meningkat tiga kali di Gigja sejak Minggu malam,” ujar Gunnar Sigudsson, ahli dari badan meterologi Islandia.

Peningkatan volume sungai diyakini karena adanya aktivitas gunung api. Es di sekitar gunung meleleh dan menambah tingkat ketinggian air di sungai.

“Ketika sungai mengalir, tekanannya di Grimsvotn meningkat, ada peluang erupsi dari gunung ersebut,” tambah ahli geofisika dari badan meterologi Islandia, Thorunn Skaftadottir.

“Ini belum bisa dipastikan. Letusan gunung api baru bisa terjadi jika ada cukup magma,” sambungnya.

Selama dua hari terakhir, badan meterologi Islandia juga sudah mencatat peningkatan seismik di lokasi. Gempa vulkanik juga terus terjadi mulai dari kekuatan 2,7 sampai 4 skala richter.

Peningkatan aktivitas ini, membuat sejumlah maskapai penerbangan khawatir. Terutama bila terjadi gangguan penerbangan seperti saat meletusnya gunung Eyjafjoell di bulan April 2010. Saat itu, hampir 100 ribu penerbengan di Eropa tertunda dan 8 juta penumpang terlantar.

“Jika itu letusan awan panas, baru bisa mempengaruhi lalu lintas udara, tapi itu hanya terjadi jika ada erupsi besar dengan awan panas di ketinggian tertentu,” ujar juru bicara Keflavik Airport, Hjordis Gudmundsdottir.

“Itu juga akan sangat tergantung pada arah angin, jadi saat ini akan sulit untuk ditebak soal gangguan penerbangan,” sambungnya.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…