Selasa, 2 November 2010 08:43 WIB News Share :

Evakuasi wartawan antv di Mentawai tergantung cuaca

Jakarta–Evakuasi terhadap wartawan antv Dwi Anggia, kameramen Cecep, dan 24 relawan yang tersesat di Mentawai segera dilakukan. Namun, keberangkatan helikopter penjemput sangat tergantung kondisi cuaca di sekitar pulau.

“Tergantung cuaca. Nggak cuma kapal, helikopter juga harus menunggu cuaca baik karena anginnya kencang juga,” kata Pemimpin Redaksi antv, Uni Lubis, saat dihubungi, Selasa (2/11).

Dia menjelaskan, Dwi Anggia beserta rombongan sudah diketahui lokasi pastinya, yakni di Dusun Purorougat, Pulau Pagai Selatan, Mentawai, Sumbar. Mereka dikhawatirkan dalam kondisi lemas, karena stok makanan tidak tersedia.

“Semoga masih sehat, waktu kita terima kabar terakhir dari Anggi pukul 17.50 WIB kemarin masih lemas. Makanan dan minuman semua sudah kehabisan,” tambahnya.

Rencananya, tim SAR dari Padang yang akan melakukan evakuasi menggunakan helikopter. Uni kemudian menyampaikan dalam akun twitternya bahwa helikopter pertama yang melakukan evakuasi sudah berangkat. Namun hanya satu hingga dua orang yang bisa dijemput. “Setelah itu ada heli TNI untuk angkut semua,” tulisnya.

Sejak Senin sore, dua wartawan antv, Dwi Anggia dan Cecep, diduga tersesat saat melakukan peliputan tsunami di Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat. Kedua wartawan tersebut hilang kontak dalam perjalanan menuju Dusun Purorougat bersama 24 relawan kemanusiaan sebuah perusahaan tambang.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….