Selasa, 2 November 2010 14:31 WIB News Share :

Dua kru antv di Mentawai selamat

Mentawai-– Redaksi antv mengeluarkan kronologi hilangnya dua kru mereka saat menuju Kabupaten Mentawai bersama dengan 24 relawan kemanusiaan dari perusahaan tambang.

Dalam rilis yang diterima, Selasa (2/11), antv meluruskan sejumlah informasi yang simpang siur saat proses evakuasi Dwi Anggia dan kamerawan Cecep. Redaksi memastikan tidak ada penolakan saat Tim PMI hendak melakukan evakuasi terhadap kru mereka.

Dalam rilis dijelaskan kalau Anggia dan Cecep bersama Tim SAR berangkat dari Sikakap menuju Pulau Rogot Senin pagi, 1 November 2010, menggunakan enam kapal boat.

Di tengah perjalanan, rombongan terhadang badai. Mereka kemudian menepi di Desa Balakofa karena gelombang tinggi. Karena boat tidak dapat menepi akibat banyaknya karang, rombongan kemudian turun dari boat dan berenang menuju pantai. Seluruh alat rekam yang mereka bawa basah dan tidak dapat digunakan lagi.

Rombongan yang jumlahnya 26 orang akhirnya berhasil menuju pantai dalam keadaan selamat. Sementara enam boat itu melanjutkan perjalanan ke Pulau Rogot karena membawa obat bagi pengungsi.

Setelah berada di pantai, mereka memutuskan berjalan kaki dengan harapan bertemu dengan boat pembawa obat pada titik tertentu. Tapi setelah berjalan lebih dari lima jam, mereka tak bertemu.

Beberapa jam kemudian, atau memasuki pagi, rombongan bertemu dengan kapal boat yang kebetulan melintas. Bersamaan dengan itu, datang helikopter yang bermaksud mengevakuasi seluruh korban.

Karena jarak antara boat dan heli cukup jauh, komunikasi tidak berjalan baik. Kru heli sempat menanyakan kondisi seluruh korban.

Bahkan Anggi dan Cecep sempat menanyakan apakah ada seat di helikopter untuk mereka. Tapi karena tidak terdengar dengan jelas, kru heli hanya memberikan tanda silang dengan tangan, yang disimpulkan Anggi kalau seat sudah penuh.

Mungkin, pada saat bersamaan kru heli menyimpulkan bahwa semuanya baik-baik saja. Akhirnya heli pergi meninggalkan mereka.

Rombongan dengan enam kapal boat kemudian berlayar, dan tujuan mereka kembali ke Pulau Sikakap. Dalam perjalanan, ketua tim memutuskan untuk mengubah haluan menuju Pulau Rogot, karena ada bantuan obat-obatan yang juga harus diantar untuk pengungsi.

Anggi menolak, dan meminta agar kapal tetap menuju ke Sikakap. Akhirnya boat yg ditumpangi Anggi pulang menuju Sikakap.

Sayangnya, Cecep berada di boat lain yang memutuskan kembali ke Pulau Rogot untuk mengantarkan bantuan. Keduanya terpisah karena berada di kapal yang berbeda dan tidak dapat pindah mengingat  kondisi di tengah laut dengan gelombang yang cukup tinggi.

Saat ini Anggi sudah berada di Sikakap dan Cecep diperkirakan baru akan tiba di Sikakap satu jam lagi.

Redaksi antv berharap Tim SAR dapat mengevakuasi dua kru mereka ke Padang karena kondisinya yang kelelahan.

vivanews/rif

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…