Selasa, 2 November 2010 22:10 WIB Sukoharjo Share :

DPRD desak persoalan SMKN 5 dituntaskan

Sukoharjo (Espos)–DPRD Sukoharjo mendesak eksekutif untuk segera menuntaskan polemik pembangunan SMKN 5 Sukohrjo di Desa Majasto, Tawangsari, Sukoharjo.

Pasalnya, pengembalian sisa anggaran dari APBD 2010 untuk pembangunan sekolah tersebut harus diserahkan ke kas daerah setidaknya sebelum akhir tahun.

Ketua DPRD Sukoharjo, Dwi Jatmoko mengatakan bentuk penyelesaian polemik SMKN 5 diserahkan kepada keputusan eksekutif. Dia meminta, keputusan yang sudah ditetapkan segera dilaksanakan agar polemik SMKN 5 tidak berlarut-larut.

“Warga Majasto sudah menemui Komisi IV dan sikap kami mendesak agar persoalan itu dituntaskan sesuai dengan keputusan yang sudah ada,” papar Dwi saat dijumpai wartawan di Pemkab Sukoharjo, Selasa (2/11).

Dwi menambahkan, dana pembangunan SMKN 5 Sukoharjo senilai Rp 900 juta lebih dari anggaran APBD kabupaten 2011 tersebut harus bisa dipertanggungjawabkan pada akhir tahun. Kejelasan laporan anggaran juga disertai penyerahan sisa dana ke kas daerah.

“Itukan satu paket anggaran jadi harus diselesaikan. Kalau tidak mau berurusan dengan hukum maka anggaran itu harus dikembalikan ke kas daerah. Paling tidak Desember nanti harus sudah dikembalikan,” ungkap Dwi.

hkt

lowongan pekerjaan
PT. Lemindo Abadi Jaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…