Selasa, 2 November 2010 09:12 WIB News Share :

11 Produsen susu tak beri bantuan susu formula untuk bencana

(Foto: thinkstock)

(Foto: thinkstock)

Jakarta–11 Perusahaan susu dan makanan bayi yang tergabung dalam Asosiasi Produsen Makanan Bayi (APMB) mendukung kebijakan kementerian kesehatan yang melarang pemberian susu formula untuk bayi korban bencana alam.

Ke-11 perusahaan tersebut adalah Nestle, Frisian Flag, MeadJohnson, Wyeth, Abbott, Sari Husada, Nutricia, Fonterra, Kalbe Farma, Indofood dan Mirota.

Dalam pernyataan tertulisnya yang dilansir, Selasa (2/11) juru bicara APMB Yeni Fatmawati mengatakan APMB berkomitmen menyediakan segala bantuan terhadap korban melalui mekanisme asalkan sejalan dengan Kode WHO dan implementasinya di Indonesia.

“Baru-baru ini, kami menerima banyak permintaan bantuan berupa susu formula untuk bayi di bawah usia 12 bulan dari masyarakat dan organisasi swadaya masyarakat,” kata Yeni.

Sejalan dengan peraturan yang berlaku, maka bantuan seperti yang diminta tersebut harus memperoleh persetujuan dari Kementrian Kesehatan.

APMB mendorong seluruh anggotanya untuk tidak memberikan bantuan susu formula untuk bayi usia 0-1 tahun kepada korban bencana alam di Indonesia sebelum ada persetujuan resmi dari pihak Kementerian Kesehatan atau dinas kesehatan setempat.

“Kami sangat memahami permohonan tersebut. Namun demikian, seluruh anggota APMB wajib mematuhi kode etik dan aturan yang berlaku tentang pemberian bantuan susu formula kepada bayi usia 0-1 tahun yang menjadi korban bencana alam,” kata Yeni.

Perlu Posko ASI

Untuk memastikan tersedianya asupan gizi yang mencukupi bagi bayi usia 0-1 tahun yang menjadi korban bencana alam, APMB berharap pemerintah dan pihak-pihak yang berwenang mendirikan sentra laktasi (posko ASI) di sejumlah posko pengungsian.

“Adanya sentra laktasi diharapkan agar para ibu korban bencana alam yang memiliki bayi usia 0-1 tahun dan mengalami kesulitan sekresi ASI bisa kembali menyusui bayinya dengan normal,” ujar Yeni.

APMB sendiri, lanjut Yeni, telah memberikan bantuan susu dan makanan bayi lainnya bagi korban bencana alam usia 1 tahun ke atas. Hal ini sejalan dengan komitmen APMB dan perusahaan-perusahaan yang menjadi anggotanya untuk selalu menyediakan nutrisi yang berkualitas baik bagi anak-anak Indonesia.

Oleh karena itu, APMB juga menganjurkan agar tenaga medis dan sukarelawan di posko-posko pengungsian dapat menjaga serta menjamin kebersihan dalam penyajian susu bagi anak-anak balita korban bencana alam. Pasalnya, kebersihan dalam penyajian menjadi faktor penting untuk memastikan manfaat nutrisi yang terdapat dalam susu.

Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih telah mengeluarkan pengumuman secara resmi pada 28 Oktober 2010 yang melarang pemberian bantuan susu formula untuk daerah bencana.

Pelarangan ini untuk mencegah bayi terkena diare karena di tempat pengungsian biasanya tidak tersedia air bersih yang bisa digunakan untuk membuat susu.

Sebelumnya, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) menyarankan masyarakat yang ingin memberikan bantuan ke daerah bencana tidak berbentuk susu formula.

Ada beberapa alasan yang membuat pemberian susu formula sebaiknya dihindari di daerah darurat, yaitu:

1. Di daerah darurat atau bencana biasanya sulit untuk mendapatkan air bersih, karenanya jika susu formula ini dibuat dengan menggunakan air yang tidak bersih akan berisiko diare pada bayi.
2. Bayi yang awalnya menyusui ASI bisa jadi nantinya tidak mau menyusui lagi jika sudah diberikan susu formula.
3. Susu formula yang diberikan dalam bentuk bantuan terkadang tidak memenuhi standar atau mungkin sudah kadaluarsa.
4. Tidak bisa berkesinambungan, misalnya saat bencana diberikan susu dengan merk X yang harganya mahal, lalu setelah kembali normal keluarga tersebut tidak bisa lagi membeli susu sehingga orangtua akan memberikan susu formula ini tidak sesuai dengan cara penggunaannya.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…