Senin, 1 November 2010 21:41 WIB News Share :

Warga Desa Kepuharjo gelar doa dan selawat bersama

Jakarta — Warga Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogjakarta, menggelar acara salawat dan doa kepada korban tewas akibat letusan Gunung Merapi. Salawat dan doa dilakukan di barak pengungsian yaitu di lapangan bola Desa Kepuharjo.

“Kita mengirimkan salawat dan doa bersama untuk 35 jenazah korban merapi. Nanti kita akan kirimkan surat Al Fatihaf kepada arwah yang meninggal, termasuk Mbah Maridjan,” ujar panitia acara Syajaroh di lokasi, Senin (1/11) malam.

Acara salawat dan doa ini dipimpin oleh adik Sri Sultan Hamengkubowono X, yaitu Gusti Pangeran Haryo (GPH)  Joyohadi Kusumo. Kegiatan diikuti oleh ratusan warga yang sebagian besar adalah pengungsi.

Hingga pukul 21.30 WIB acara masih berlangsung. Meski beralaskan tikar dan duduk lesehan, acara tetap berlangsung dengan khidmat. Pimpinan doa memimpin dari atas panggung setinggi setengah meter.

Desa Cangkringan sendiri merupakan salah satu desa yang letaknya dekat dengan lereng Merapi. Ribuan warga mengungsi di tenda-tenda dan sebuah aula besar yang sengaja dibangun tenda pengungsian.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…