Senin, 1 November 2010 16:29 WIB Haji Share :

Terganggu debu vulkanik Merapi, penerbangan Kloter 64 molor

Boyolali (Espos) — Pemberangkatan calon haji (Calhaj) kelompok terbang (Kloter) 64 Kabupaten Brebes dipastikan molor akibat efek debu vulkanik letusan Merapi. Penerbangan yang dijadwalkan Senin (1/11) pukul 16.00 WIB, tertunda dan belum diketahui sampai berapa lama.

Kepala Sub Bagian Pengumpulan dan Pengolahan Data (Pulahta) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, Akhmad Su’aidi, menyebutkan sesuai jadwal Calhaj Kloter 64 seharusnya sudah meninggalkan asrama haji sejak pukul 14.50 WIB atau satu jam lebih sebelum penerbangan. Namun hingga pukul 16.30 WIB, Calhaj masih tertahan di asrama haji setempat.

“Ada masalah dengan debu vulkanik Merapi, karena itu Calhaj Kloter 64 ditunda sampai sekarang. Jadwalnya pukul 16.00 WIB, tetapi ditunda,” ujarnya ditemui Espos di Sekretariat Humas PPIH Embarkasi Solo. Dikemukakan dia, sejauh ini belum ada kepastian penundaan kerangkatan Kloter 64 sanpai pukul berapa, namun ada informasi dijadwalkan ulang pukul 19.00 WIB.

Akibat penundaan itu, Calhaj yang keluar dari Gedung Muzdalifah dan naik ke bus pengangkut ke Bandara Adi Sumarmo memilih turun lagi karena terlalu lama menunggu. “Kami tidak tahu ada apa, katanya ditunda karena debu letusan Gunung Merapi,” ungkap salah satu jemaah yang menunggu di luar bus ditemui di sela-sela menunggu keberangkatan rombongan Koter 64 ke Bandara.

Sebelumnya pemberangkatan Kloter 62 dari Kabupaten Klaten dan Kloter 63 Kabupaten Brebes berjalan sesuai rencana. Meskipun mengalami sedikit keterlambatan, penerbangan dua Kloter itu dari Banadara Adi Sumarmo berlangsung lancar dan tidak ada permasalahan berarti.

try

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…