Senin, 1 November 2010 09:14 WIB News Share :

Korban tewas Merapi menjadi 37 Orang

Jakarta— Korban tewas akibat letusan Gunung Merapi yang mengeluarkan awan panas terus bertambah. Korban tewas diduga akibat luka bakar serius yang disebabkan awan panas ‘wedhus gembel’ pada 26 Oktober lalu.

“Sampai pukul 08.00 WIB, data korban meninggal Merapi mencapai 37 orang,” kata Staf Khusus Presiden Bidang Penanganan Bencana Alam dan Sosial, Andi Arief, dalam akun twitter-nya, Senin (1/11).

Menurut Andi Arief, korban luka akibat letusan pertama Merapi masih terdapat lima orang. Sedangkan jumlah pengungsi terus bertambah pascaletusan besar kedua yang terjadi Minggu 31 Oktober 2010.

Bencana Merapi yang terjadi pada Selasa 26 Oktober 2010 petang, sekitar pukul 18.02 WIB, juga menewaskan juru kunci Merapi, Mbah Maridjan. Awan panas juga menewaskan Redaktur Senior VIVAnews.com, Yuniawan Wahyu Nugroho.

Saat ini, jumlah pengungsi letusan gunung Merapi sekitar 29 ribu orang yang terbagi di 28 titik tempat penampungan akhir (TPA). Untuk pengungsi di Kabupaten Sleman, DIY, mencapai 19.050 orang. Jumlah pengungsi di Sleman ini yang mengalami penambahan sejak letusan kemarin.

“Pengungsi di Kabupaten Magelang 25.354 orang, pengungsi di Kabupaten Klaten 3.500 orang, dan di Kabupaten Boyolali 3.970 orang,” ujar dia.

vivanews/rif

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…