Senin, 1 November 2010 14:25 WIB Haji Share :

Hujan abu di Donohudan, sejumlah Satgas PPIH masih bermasker

Boyolali (Espos) — Meski tersisa relatif sedikit, Senin (1/11) siang, sebagian kecil petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo masih memakai masker pelindung agar tidak menghisap debu vulkanik letusan Gunung Merapi.

Mereka yang tetap memakai masker terutama petugas yang stand by di luar gedung seperti petugas keamanan di pintu gerbang dan satuan tugas lain yang mondar-mandir di kompleks Asrama Haji Donohudan. Sedang calon jemaah haji (Calhaj) yang keluar untuk shalat di mesjid di kompleks asrama, hampir tidak ada dari mereka yang terlihat mengenakan masker pelindung.

“Memang sempat terlihat ada debu di tempat-tempat tertentu di Asrama Haji Donohudan sampai hari ini,  tapi sedikit saja dan sama sekali tak berpengaruh terhadap kegiatan yang berlangsung. Soal adanya petugas yang masih memakai masker, itu inisiatif sendiri demi keamanan,” ungkap Pejabat Humas PPIH Embarkasi Solo, Zainal Abidin, di Sekretariat Humas, Senin siang.

Dikemukakan, hujan abu menerpa kompleks Asrama Haji Donohudan, Minggu (31/10) sore. Namun  hal itu tidak berlangsung lama karena guyuran hujan membuat debu vulkanik letusan Gunung Merapi hilang dengan cepat dan udara kembali bersih. Ketika itu, petugas dan Calhaj yang keluar ruangan diimbau memakai masker agar tidak menghirup debu vulkanik tersebut.

try

lowongan pekerjaan
PT. Lemindo Abadi Jaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…