Senin, 1 November 2010 08:43 WIB News Share :

DSC peduli korban Merapi & Mentawai

Surabaya–Bencana Gunung Merapi dan tsunami di Mentawai mengetuk hati seluruh warga Indonesia. Akibat awan panas yang yang dimuntahkan Merapi, belasan orang meninggal, dan ratusan rumah yang berada di kaki gunung luluh lantah.

Melihat kondisi warga yang saat ini berada di pengungsian, detikers sebutan pembaca detiksurabaya.com, yang tergabung dalam Detik Surabaya Community (DSC), berniat menggelar bhakti sosial (Baksos) untuk membantu saudara-saudara kita yang tengah tertimpa musibah.

“Bantuan para detikers sangat kita harapkan untuk dapat meringankan penderitaan saudara-saudara kita yang saat ini tengah tertimpa musibah,” kata Achmad Lutfi, Ketua Baksos Detikers Peduli, Senin (1/11).

Menurut Lutfi, para pembaca setia detiksurabaya.com, dapat menyumbangkan bantuan berupa uang, mie instant, air mineral, pakaian, selimut, roti maupun obat-obatan, yang bisa dikirim ke Sekretariat DSC Jalan Jimerto No 17A Surabaya atau hubungi 0857-331-925-13.

Selain menerima sumbangan dari perorangan, ‘Baksos Detikers Peduli’ juga siap menerima sumbangan yang diberikan oleh perusahaan swasta di Surabaya, yang nantinya akan disalurkan bersama-sama ke lokasi bencana.

“Kita nanti juga akan menerjunkan relawan kesana untuk memantau kebutuhan warga yang diperlukan. Sedangkan sumbangan bantuan untuk korban di Mentawai akan kita salurkan melalui PMI atau lembaga lain seperti TNI AL,” jelas Lutfi.

Lutfi menambahkan, bagi yang ingin membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah, Anda bisa mentransfer sumbangan ke rekening ‘Baksos Detikers Peduli’ yang telah disiapkan dengan mencantumkan kode 260 di belakang jumlah nominal sumbangan. Sumbangan ditutup hingga Rabu (3/11).

“Misal menyumbang Rp 100 ribu, maka yang harus ditransfer Rp 100.260. Kode 260 itu menandakan jika sumbangan itu untuk korban Merapi. Nantinya jumlah sumbangan yang masuk akan terus kita update melalui detikforum Surabaya,” pungkas Lutfi.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
dr. NORMA AESTHETIC CLINIC, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…