Senin, 1 November 2010 13:11 WIB News Share :

Bambang Soesatyo desak Demokrat ganti Marzuki Alie

Jakarta–Partai Golkar mendesak agar Partai Demokrat mengganti Marzuki Alie dari posisi Ketua DPR. Wakil Bendahara Umum Golkar, Bambang Soesatyo, menilai Marzuki layak digantikan karena telah merusak Citra DPR.

“Kami mendesak PD mengganti Ketua DPR Marzuki Alie karena telah merusak citra dan membuat kami tidak bangga menjadi anggota DPR,” ujar Bambang Soesatyo, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (1/11).

Bambang menuturkan, sebagai Ketua DPR Marzuki seharusnya menjadi contoh yang baik bagi anggotanya. Sebaliknya, menurut Bambang, Marzuki malah memberikan contoh negatif kepada anggota Dewan lainnya.

“Blunder dan mempermalukan DPR,” keluh Bambang.

Bambang kemudian mencontohkan sejumlah pernyataan Marzuki yang menurutnya tidak sesuai dengan nurani rakyat. Gara-gara pernyataan tersebut, citra DPR makin jelek di mata publik.

“Masa kena tsunami dianggap sebagai konsekuensi,” keluh Marzuki.

Menurut Bambang, Marzuki adalah politisi yang kurang pengalaman. Akibatnya, kerja dan pernyataan Marzuki justru kontraproduktif.

“Inilah akibat karena yang bersangkutan tidak memahami fungsi dan tugas pimpinan DPR. Sebagai politisi yang bersangkutan, saya kira masih minim pengetahuan tentang bagaimana tata cara berpolik,” kritik Bambang.

Sebelumnya, Jubir Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengatakan pihaknya mempertimbangkan mencopot Marzuki Alie dari Ketua DPR. Menurut Ruhut, Marzuki kerap kali mengeluarkan pernyataan yang kontraproduktif.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…