galian
Minggu, 24 Oktober 2010 23:48 WIB Klaten Share :

Kerusakan alam akibat tambang galian C telah mengkhawatirkan

Klaten (Espos)--Dampak akibat tambang galian C di Kecamatan Kemalang Klaten dinilai
sejumlah warga dan pecinta lingkungan telah sangat mengkhawatirkan. Selain kerusakan alam di area yang menjadi lokasi pengerukan, aktivitas tersebut juga telah mematikan sumber mata air di lereng Gunung Merapi tersebut.

Penelusuran Espos bersama tim pecinta lingkungan, Sabtu (24/10) mengungkapkan, pengerukan tambang galian C bahkan telah memasuki pekarangan-pekarangan yang berdempetan dengan rumah warga. Dalamnya pengerukan itu, juga telah menciptakan jurang-jurang baru di tengah pekarangan kampung yang dinilai sangat membahayakan keselamatan jiwa.

“Aktivitas penambangan ini telah membuat sumber mata air mengering. Baik di lereng atas atau yang di bagian bawah,” ujar salah satu pecinta alam yang minta dirahasiakan namanya.
Kekhawatiran tersebut juga dilontarkan warga Kecamatan Kemalang lainnya yang mengaku prihatin dengan aktivitas penambangan galian C.

Dia pernah mengebur tanah sedalam seratus meter dalamnya, namun air tak kunjung keluar. “Jika hujan, air langsung mengalir ke bawah dan menciptakan longsoran, tanpa ada air yang tersimpan di dalam tanah,” paparnya yang juga minta dirahasiakan identitasnya.
Untuk membuktikannya, Espos mencoba bertanya kepada salah satu warga Tegalmulyo, Sugito. Dia mengaku pernah mengebor tanah sedalam 150-an bersama LSM dari Jogja. Namun, hasilnya air tak ditemukan alias nihil. “Benar-benar tak ada air,” katanya.

Hal serupa dilontarkan oleh Koordinator Masyarakat Pemantau Kemalang (MPK), Sarwono. Kerusakan alam akibat tambang galian C di Kemalang, menurutnya, telah mencapai titik nadir. “Itu belum termasuk kerusakan jalan, jembatan, debu yang beterbangan, longsor, dan ketenangan warga.

Ini yang seakan Pemkab menutup mata dan hanya mengejar target pendapatan,” kecamnya.
Kabag Perekonomian Setda Pemkab Klaten, Sri Sumanta mengungkapkan, sebenanya penambangan tambang galian C di Kemalang telah diatur melalui Perda.

Misalkan soal lahan pekarangan yang dijadikan penambangan, menurutnya tanpa izin Pemkab dan kesediaan untuk melakukan reklamasi, maka Pemkab tak akan menerbitkan surat izin penambangan. Begitupun soal aktivitas penambangan, pihaknya juga telah membatasi jam operasi hanya pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB.

“Itu pun muatan tak boleh melebihi ketinggian 60 centimeter dari bak truk,” paparnya.
Namun, sanggah Sarwono, kenyataan di lapangan tak selamanya semulus dengan aturan yang ada. Sebab, tak sedikit truk yang membayar retribusi mengabaikan ketentuatn Perda, serta mudahnya pemberian izin penambangan di pekarangan.

asa

Lowongan Pekerjaan
Dosen Tetap Akuntansi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • Lowongan Karyawan RM

    BUTUH CEPAT KARYAWAN Rumah Makan Di  Kalimantan Max Usia 28 Segera  Hub: 0812.7620.8224 Pak Win…

  • Lowongan Waitress & Cook

    CARI WAITER/Waitress,Cook,Untuk Rest baru di Solo.Hub: 0271 – 725717…

  • Promo Honda

    BUTUH MOBIL??Siap Kirim Brio,Brv,Mobilio Hub GDT:081329937377…

  • Promo Honda Solobaru

    HONDA SOLO BARU Promo BRIO DP 5Jutaan MOBILIO DP 7 Jutaan BRV dp 26jt an proses cpt langsung approve.WIDYA 08…

  • SIDEKICK’1996

    JUAL SIDEKICK’1996 AD,VR,Harga:61Juta/Nego.Hub:081.2298.8312…

  • Lowongan Admin Keuangan

    BUTUH : KEUANGAN Syarat : Muslimah Mengerti Laporan Keuangan/Pajak Punya Motor Kirim Data Pribadi Via email :…

  • SUZUKI PU’1983

    JUAL SUZUKI PU’1983 casis + mesin oke.kaleng.AD Karananyar. Harga: 13.5jt Hub:085100065102…

  • Lowongan Sales

    DIBUTUHKAN SALES Freelance,Fasilitas : Gaji & Uang Transport. Kirim Lamaran Lengkap ke : Bagian Sirkulasi…

Leave a Reply


PROMO SPESIAL
Kain Batik Cap Rainbow NIA-016
Blouse Kombinasi Lurik NIA-021
Kain Batik Print Sogan NIA-017
Dress Capung NIA-011

Kolom

GAGASAN
Audit Menyeluruh Pelayanan Imunisasi

Gagasan Solopos, Kamis (30/6/2016), Giat Purwoatmodjo. Dosen di Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Solopos.com, SOLO — Jajaran Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Mabes Polri) menangkap 13 orang karena terlibat pembuatan dan…

Switch to mobile version