Kamis, 14 Oktober 2010 18:21 WIB News Share :

Kondisi Gunung Merapi di atas normal

Jogja–Kondisi Gunung Merapi di perbatasan Kabupaten Sleman, DIY dan Jateng berdasarkan semua parameter hingga kini berada di atas normal.

“Kondisi Gunung Merapi baik berdasarkan seismik, deformasi, geokimia, dan secara visual berada di atas normal,” jelas Staf Ahli Geologi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Jogja Dewi Sri Sayudi di Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Aktivitas Gunung Merapi, Kamis (14/10).

Menurut dia, sejak Minggu-Rabu (10-13/10) deformasi atau percepatan mekarnya tubuh Gunung Merapi terus meningkat.

“Dari 14 reflektor yang ada ternyata deformasi yang paling dominan dari sisi selatan (Kaliurang), yaitu dari tiga centimeter, empat centimeter hingga lima centimeter per hari,” paparnya.

Meskipun deformasi yang dominan dari refrektor di Kaliurang, Sleman, imbuhnya, namun hal ini tidak berarti arah lava nantinya akan ke selatan.

“Saat ini morfologi puncak Gunung Merapi memang belum tampak sehingga kami juga belum bisa memperkirakan posisi ke arah mana Gunung Merapi akan meletus, saat ini masih terlalu dini untuk memprediksikan arah letusan,” terangnya.

Dewi mengemukakan jika nanti morfologi puncak sudah terbentuk dan status Gunung Merapi ditingkatkan dari waspada ke awas maka baru dapat ditentukan ke mana kemungkinan arah lava.

“Kami juga belum bisa memastikan apakah status waspada ini akan meningkat ke yang lebih tinggi atau akan kembali normal,” ucapnya.

Ia mengatakan saat ini guguran lava sisa erupsi Gunung Merapi yang bisa terdengar dan diamati mengarah ke Sungai Gendol dengan jarak luncur 800 meter, ke arah hulu Sungai Krasak sekitar 1,5 kilometer, dan ada yang ke arah Gebong-Krasak sejauh tiga kilometer.

“Guguran lava saat ini masih menyebar. Untuk menaikkan status Gunung Merapi harus ada parameter atau tanda lain seperti seismikvitas kegempaan, deformasi, geokimia, dan visual meski tidak ada angka yang pasti berapa peningkatan dari tiap parameter,” lanjut dia.

ant/nad

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…