Rambu Lalin minim penyebab banyaknya kecelakaan di Solo

Solo (Espos)--Keberadaan rambu lalulintas yang terpasang di sejumlah titik strategis di Solo dinilai masih kurang. Hal itu diyakini sebagai salah satu penyebab masih tingginya angka kecelakaan di Kota Bengawan dalam satu bulan terakhir.

Demikian ditegaskan Kanit Laka, AKP Sarwoko mewakili Kasatlantas, Kompol Suhirman dan Kapolresta Solo, Kombes Pol Nana Sudjana saat ditemui wartawan di ruang kerjanya Sabtu (2/10). Berdasarkan catatan di kepolisian, dalam waktu satu bulan terakhir di Kota Solo terjadi kasus kecelakaan mencapai 50 lebih.

“Angka itu cukup tingi. Rata-rata mengakibatkan korban luka. Untuk kasus Meninggal Dunia (MD) hanya sedikit. Kalaupun ada, kebanyakan tidak langsung tewas di tempat, melainkan saat di bawa ke rumah sakit (RS) atau justru saat di RS itu sendiri,” katanya.

Menurut dia, masih minimnya rambu lalulintas mestinya segera ditanggapi serius. Kendati bukan merupakan satu-satunya penyebab terjadinya kecelakaan, namun dengan memasang rambu lalulintas di titik strategis dapat dijadikan sebagai upaya preventif terjadinya kecelakaan lalulintas.

“Berdasarkan UU 22 Tahun 2009 tentang Lalulintas Jalan kan sudah diatur tugas dan kewenangan masing-masing instansi. Di mana, soal rambu-rambu itu merupakan urusan Dishub. Upaya koordinasi dengan pihak-piak lain sebenarnya juga terus kami lakukan,” ujar dia.

Dia mengatakan, selain masih minimnya rambu lalulintas, terdaat pula penyebab lain terjadinya kecelakaan lalulintas. Hal itu seperti, kurangnya sumber daya manusia (SDM) untuk mentaati rambu-rambu lalulintas, human error, kecerobohan pengguna jalan yang sering menggunakan Ponsel saat beraktivitas di jalan, dan tidak digubrisnya imbauan untuk selalu menghindari pengaruh alokohol saat berkendara.

“Semoga, ke depan angka kecelakaan lalulintas di Solo dapat dikurangi. Itu tentunya menjadi harapan bersama. Otomatis, kami juga meminta peran serta masyarakat agar segera memberitahukan kepada petugas ketika kasus kecelakaan terjadi di jalan. Hal ini penting karena terkait dengan penanganan yang cepat dan tepat,” ulas AKP Sarwoko.

pso

Editor: | dalam: Hukum |
Menarik Juga ยป