Jumat, 1 Oktober 2010 01:27 WIB Klaten Share :

Kasus pidana pemilu kandas semua

Klaten (Espos)–Panwas Klaten akhirnya gagal menyeret semua pelanggar pidana Pemilu sebanyak 13 kasus ke kepolisian.

Alasannya klasik. Mereka tak mampu menghadirkan saksi selain dari unsur Panwas.

“Ini artinya Panwas tak pernah serius. Dari dulu selalu begitu. Mestinya, kalau ingin serius,ya sudah dipersiapkan jauh-jauh hari,” tegas Koordinator ARAKK, Abdul Muslih kepada Espos Kamis (30/9).

Ketiadaan saksi, menurut Muslih hanyalah alasan yang dibuat Panwas. Sebab, jika Panwas mau belajar dari kegagalan masa lalu, sebenarnya hal itu bisa diantisipasi. Bahkan, imbuhnya, saksi itu bisa diskenario terlebih dahulu seperti dengan melibatkan warga sebelumnya dalam upaya mengawasi Pemilu.

“Tapi yang terjadi kan seperti yang pernah saya kritik dahulu. Setelah waktu mepet, Panwas seolah baru kelabakan mencari saksi,” tambahnya.

Panwas Klaten sebenarnya telah menemukan sejumlah saksi dari masyarakat. Namun, ketika mereka diminta bersaksi dalam proses penyidikan selanjutnya, ternyata tak satu pun yang bersedia.

“Sudah belasan warga yang mengetahui kejadian, kami mintai tolong semua. Namun tak ada yang mau. Bahkan, hingga tengah malam pukul 23.30 WIB, kami masih terus mengontak para saksi. Tapi, hasilnya tetap nihil,” papar Dwi Pratomo, anggota Panwas Klaten Devisi Pengawasan.

asa

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kids Zaman Now Membaca Media Cetak?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (12/2/2018) dan Harian Bisnis Indonesia edisi Sabtu (10/2/2018). Esai ini karya Lahyanto Nadie, pengampu Manajemen Media Massa di Kwik Kian Gie School of Business dan pengurus Yayasan Lembaga Pers dr. Soetomo Jakarta. Solopos.com,…