Kamis, 30 September 2010 09:00 WIB News Share :

Usai teken perdamaian, kondisi Tarakan normal

Jakarta–Dua kelompok warga yang berseteru di Tarakan, Kalimantan Timur, bersepakat untuk damai. Dalam perjanjian perdamaian tersebut disepakati pihak bertikai akan mengakhiri segala bentuk perselisihan.

Perdamaian tersebut diteken, Rabu (29/9) malam, antara Forum Komunikasi Rumpun Tidung dan Kerukunan Keluarga Sulsel.

“Ada beberapa poin, antara lain disepakati untuk mengakhiri segala bentuk pertikaian dan sepakat bahwa apa yang terjadi kemarin adalah murni tindak pidana dan menyerahkan kepada aparat hukum untuk memprosesnya,” ujar Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta, Kamis (30/9).

Wisnu menjelaskan saat ini kondisi Tarakan sudah kembali normal. Para warga pun telah beraktivitas kembali. “Situasi sudah kondusif, sudah banyak kendaraan yang melintas, aktivitas ekonomi berjalan normal,” jelas Wisnu.  Meski sudah normal namun aparat kepolisian tetap berjaga di lokasi.

Sedangkan korban tewas akibat bentrok berdarah sejak Minggu (26/9), berjumlah lima orang. “Ada lima yang tewas dan tiga orang jadi tersangka,” kata Wisnu.

Bentrok yang dipicu oleh masalah sepele yaitu pemalakan tersebut menyebabkan lima orang tewas yakni Abdullah, Mursidul Armin, Pugut, Iwan dan Unding. Selain itu ribuan warga Tarakan yang takut, mengungsi ke tempat yang aman.

dtc/try

lowongan pekerjaan
PT. JATIM BROMO STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…