Kamis, 30 September 2010 22:59 WIB Solo Share :

P4R tuding Pemkot langgar hak asasi pedagang

Solo (Espos)–Paguyuban Pedagang Pasar Panggungrejo (P4R) menuding Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dalam relokasi pedagang kaki lima (PKL) Jl Ki Hajar Dewantara.

Pasalnya Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Pemkot dirasa kurang serius dalam relokasi pedagang ke Pasar Panggungrejo 2008/2009 lalu. Pernyataan itu disampaikan Ketua P4R, Sukir, saat ditemui Espos, Kamis (30/9). “Kami sudah minta pendampingan LPH YAPHI Solo untuk mengadukan Pemkot ke Komnas HAM. Pemkot tak serius garap Pasar Panggungrejo,” katanya.

Sukir menjelaskan saat ini hanya tersisa 30-an pedagang yang aktif berjualan. Padahal sebelumnya jumlah pedagang pasar mencapai 200-an orang sesuai kapasitas tampung kios. Menurut dia ketidakseriusan DPP menggarap pasar terlihat dari minimnya program untuk mengembangkan pasar yang berada di belakang kantor Kecamatan Jebres itu. Bahkan sejak berbulan-bulan terakhir kios-kios yang ditinggalkan pedagang dibiarkan saja mangkrak.

Petugas DPP tidak lagi ketat dalam pengaturan penempatan kios. Padahal awalnya petugas rutin menyegel kios yang tidak dioperasikan pedagang. Selain itu Sukir menyesalkan belum dipenuhinya tuntutan pedagang mengenai pembongkaran pagar depan pasar. Sebab keberadaan pagar depan justru menutup bangunan pasar dan mengurangi aksesibilitas bagi calon pembeli. “Sebagian besar pedagang sudah kehabisan modal usaha saking sepinya pembeli. Mau sampai kapan seperti ini terus?,” tanyanya jengkel.

Sedangkan Kepala DPP Solo, Subagiyo berencana merelokasi 220 PKL Jl Ki Hajar Dewantara dan Pedaringan ke Pasar Panggungrejo untuk menggeliatkan kembali pasar. Namun 220 PKL itu akan dipindah ke dua bangunan baru Pasar Panggungrejo, yang baru akan dibangun. Pasar Panggungrejo sendiri akan dikembangkan menjadi pasar dengan konsumen utama kalangan mahasiswa dan pelajar. Salah satu opsi yang muncul yakni pengembangan pasar menjadi sentra penjualan buku.

Menurut Subagiyo hal itu sesuai usulan kalangan mahasiswa yang sebelumnya diikutkan dalam rapat koordinasi (Rakor) bersama pihak terkait. Berdasar usulan mahasiswa, 70 persen Pasar Panggungrejo supaya diubah menjadi toko atau kios buku. Namun usulan mahasiswa masih akan dikaji apakah akan direalisasi atau tidak.

kur

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…