Kamis, 30 September 2010 10:47 WIB Internasional Share :

Kekurangan obat bius, hukuman mati di AS ditunda

Oklahoma–Sejumlah eksekusi terhadap para terpidana mati di Amerika Serikat saat ini mengalami penundaan. Sebabnya? Penjara-penjara di negeri adikuasa itu kehabisan salah satu jenis obat yang digunakan untuk menyuntik mati tahanan.

Akibatnya saat ini terjadi perdebatan mengenai tahanan mana yang harus dihukum mati terlebih dahulu. Negara bagian Oklahoma misalnya, saat ini cuma memiliki satu dosis sodium thiopental padahal dua terdakwa pembunuh dijadwalkan untuk disuntik mati bulan depan.

Satu dari kedua terpidana mati tersebut, Jeffrey Matthews ,38, telah terdaftar untuk dihukum mati pada 17 Agustus lalu. Namun eksekusi tersebut ditunda dikarenakan kekurangan obat bius sodium thiopental.

Para petugas penjara seperti dilansir harian Telegraph, Kamis (30/9), ingin menggunakan obat yang tersisa di Oklahoma untuk menghukum mati Matthews, yang membunuh seorang kerabatnya dalam perampokan.

Namun para jaksa di negara bagian tersebut ingin Donald Ray Wackerly yang terlebih dahulu disuntik mati. Pria berumur 40 tahun itu menembak mati seorang pria dalam perampokan.

Sodium thiopental merupakan anestesi yang digunakan untuk membuat terpidana mati tak sadarkan diri sesaat sebelum kematian mereka. Obat bius tersebut digunakan di 35 negara bagian AS, biasanya sebagai obat pertama dari tiga obat-obatan yang dipakai dalam proses suntikan mematikan tersebut.

Dua obat mematikan lainnya adalah pancuronium bromide yang melumpuhkan otot-otot terpidana mati dan menghentikan pernafasan serta obat potassium chloride yang menghentikan detak jantung.

Dua negara bagian: Ohio dan Washington, telah melakukan eksekusi dengan hanya menyuntikkan sodium thiopental dengan dosis lima gram.

Obat sodium thiopental tersebut hanya diproduksi oleh satu perusahaan farmasi saja, Hospira of Illinois. Menurut perusahaan tersebut, masalah produksi terkait kelangkaan sumber bahan-bahan mentah. Diperkirakan obat tersebut baru akan tersedia setidaknya pada Januari 2011 mendatang. Padahal ada 17 hukuman mati yang dijadwalkan terjadi di seluruh AS sebelum waktu tersebut.

Opsi pemakaian obat-obatan alternatif tidak akan dilakukan banyak negara bagian AS sebab metode eksekusi mereka telah ditetapkan menyusul proses persidangan yang panjang. Akibatnya jika menggunakan obat yang berbeda akan mendorong para terpidana mati mengajukan banding.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT. JATIM BROMO STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…