Kamis, 30 September 2010 15:01 WIB Sragen Share :

Gadis 7 tahun diduga jadi korban pencabulan tetangga

Sragen–Malang benar nasib Bunga, 7. Di usianya yang masih belia warga Dukuh Tompe, Desa Jiparan, Masaran itu, diduga jadi korban pencabulan oleh seorang remaja berinisial AN, 14, yang masih bertetangga.

Informasi yang dihimpun, peristiwa memilukan itu berlangsung Jumat (17/9), di kamar mandi sebuah tempat ibadah di lingkungan setempat. Kejadian tersebut berawal saat sejumlah anak sedang asyik bermain di sekitar tempat ibadah itu.

“Katanya bermain manten-mantenan, tak tahunya bertindak seperti itu. Anehnya meski sudah dilaporkan ke polisi, pelaku masih dibiarkan bebas berkeliaran,” ujar sumber Espos yang enggan diungkapkan identitasnya, Kamis (30/9).

Sementara itu Kapolres Sragen, AKBP Ida Bagus Putra Narendra, melalui Kasat Reskrim AKP Y Subandi, membenarkan perihal pelaporan kasus tersebut. Namun menurutnya saat ini perkara itu masih dalam penyelidikan petugas kepolisian. Yang jelas, baik pelaku maupun korban sama-sama masih berada di bawah umur.

“Informasi dan pengakuan yang ada masih simpang siur, jadi kita ingin mencari kebenarannya lebih dulu. Kasus ini juga masih dalam taraf penyelidikan, belum penyidikan,” terang Kasatreskrim kepada wartawan di Mapolres Sragen.

Selain mengkonfrontir pelaku dan korban, polisi mengundang enam orang saksi untuk menggali fakta selengkapnya. Subandi mengaku belum dapat memberi dugaan sementara kasus itu, karena informasi yang ada belum merujuk satu kesimpulan.

Subandi juga menyatakan polisi sulit memmroses kasus secara cepat disebabkan korban shock berat pascakejadian. Sekitar sepekan lalu pihaknya telah meminta keluarga Bunga melakukan visum, namun di rumah sakit, Bunga terus menangis. Bahkan rasa shock dan takut membuat Bunga mengalami demam tinggi dan visum pun urung dilakukan. “Tapi kita akan coba terus, pertama dengan visum. Setelah itu baru tahu proses penyelidikan akan mengarah ke mana,” jelasnya.

tsa

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…