Kamis, 30 September 2010 08:51 WIB Ekonomi Share :

Bunga kredit bank swasta naik paling besar

Jakarta–Suku bunga dasar kredit (SBDK) dan suku bunga deposito kembali naik, dengan kenaikan terbesar di bank-bank swasta. Sementara suku bunga kelompok bank persero dan bank campuran tak berubah dankelompok bank pembangunan daerah (BPD) dan Bank Asing (KCBA) justru menurunkan suku bunga.

Bank Indonesia (BI) mencatat kenaikan SBDK pada akhir September 2010 sebesar 2 basis poin (bps). Kenaikan suku bunga terbesar terjadi pada kelompok bank swasta cuku besar yakni 5 bps. Kenaikan tersebut lebih tinggi dari kenaikan rata-rata suku bunga deposito 1 bulan yang sebesar 1 bps.

Demikian hasil Operasi Pasar Terbuka (OPT) BI yang disampaikan Kepala Biro Hubungan Masyarakat BI Difi Ahmad Johansyah di Jakarta, Kamis (30/9).

“Pada pekan laporan, spread suku bunga rupiah melebar tipis dari 5,80% menjadi 5,81%.  Hal ini disebabkan kenaikan suku bunga dasar kredit (SBDK) sebesar 2 basis poin (bps) lebih tinggi dari kenaikan rata-rata suku bunga deposito 1 bulan yang sebesar 1 bps,” ujar Difi melalui pesan elektronik.
Dia mengatakan instrumen Valas tak terdapat pergerakan suku bunga signifikan. “Hanya SBDK valas kelompok bank swasta yang naik lima bps,” imbuhnya.

Untuk pertumbuhan kredit sampai akhir September 2010 telah mencapai 20,84%. Selama satu pekan terakhir kredit meningkat Rp 2,42 triliun sehingga secara keseluruhan outstanding kredit (year on year) menjadi Rp 1.633,67 triliun.

Peningkatan kredit sebesar Rp 2,42 triliun, lanjut Difi terdiri dari peningkatan kredit rupiah sebesar Rp 1,08 triliun dan peningkatan kredit valas Rp 1,34 triliun.  Secara year on year pertumbuhan kredit rupiah mencapai 21,06%, sementara untuk pertumbuhan kredit valas mencapai 20,02%.

dtc/try

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…