Kamis, 30 September 2010 09:12 WIB News Share :

Angka kematian ibu dan bayi di Bantul tinggi

Bantul–Angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Bantul masih tinggi. Tercatat sejak Januari hingga September 2010 ada 96 kasus. Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini sedang berusaha menekan angka kasus tersebut.

“96 Kasus tersebut terdiri dari angka kematian ibu (AKI) sembilan kasus dan angka kematian bayi (AKB) sebanyak 87 kasus,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Siti Noor Zaenab di Bantul, Kamis (30/9).

Menurut dia, tingginya AKI maupun AKB disebabkan pemahaman masyarakat mengenai kehamilan masih kurang, seperti kurangnya pemenuhan gizi saat hamil, usia hamil tua, dan jarak kehamilan terlalu dekat.

Hal itu, katanya, dapat mengakibatkan proses kehamilan dengan risiko tinggi. “Kami mengimbau ibu hamil agar memperhatikan kondisi kesehatan ibu dan bayi saat mengandung,” katanya.

Siti mengatakan kasus kematian ibu didominasi faktor umur yang rata-rata mengandung pada usia  di atas 40 tahun, kehamilan anak keempat, dan lemahnya pengambilan keputusan ibu hamil saat akan melahirkan.

“Kematian bayi sebagian besar disebabkan karena kurang gizi sehingga berat badan bayi rendah dan sesak napas akibat faktor lingkungan yang tidak sehat saat ibu hamil,” katanya.

Ia mengimbau untuk menekan angka kematian ibu dan bayi diminta ibu hamil agar menjaga kesehatan, memenuhi asupan gizi, dan memeriksakan kandungan rutin minimal selama tujuh kali saat hamil.

“Dengan demikian hal-hal yang memengaruhi kehamilan dengan risiko tinggi bisa dicegah sehingga upaya menekan angka kematian akibat melahirkan dapat terealisasi,” katanya.

“Upaya pencegahan kasus tersebut akan terus digencarkan, di antaranya melalui sosialisasi gerakan sayang ibu dan langkah-langkah yang perlu ditempuh selama ibu hamil, sosialisasi dilakukan ditiap desa-desa melalui petugas Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) setempat,” katanya.

Menurut Siti kasus AKI maupun AKB dari tahun ke tahun masih sering terjadi karena hingga triwulan ini dari 10.000 proses kelahiran, maka angka kematian mencapai 96 kasus.

“Sementara pada 2009 dari sebanyak 13.000 proses kehamilan angka kematian mencapai 161 kasus terdiri atas 19 kasus AKI dan 142 AKB,” katanya.

ant/rif

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…