Rabu, 29 September 2010 07:05 WIB Sukoharjo Share :

Warga Sukoharjo tolak kedatangan jenazah Yuki

Solo (Espos)-Warga Polokarto, Sukoharjo menyatakan sikap menolak kedatangan jenazah salah satu terduga teroris asal Solo, Yuki Wantoro, 20. Berdasarkan informasi yang dihimpun Espos, Selasa (28/9), izin pemakaman Yuki diajukan ke Kantor Desa Polokarto. Rencananya, Yuki akan dimakamkan di lahan miliki perseorangan yang berdekatan dengan permakaman Dusun Wonosari, Polokarto.

Kades Polokarto, Harsono mengatakan izin tersebut dilontarkan melalui seorang warga Semanggi, Solo yang bernama Supri. Namun, dia belum memberi jawaban langsung atas permohonan izin itu. “Supri datang sekitar pukul 08.30 WIB. Dia mengatakan jenazah yang akan dimakamkan adalah orang yang disebut-sebut dalam berbagai pemberitaan,” katanya.

Namun, lanjutnya, Harsono mengaku menerima telepon dari sejumlah warga dan tokoh masyarakat setelah menerima permohonan izin itu. Inti dari beberapa komunikasi itu menyatakan penolakan warga terhadap izin pemakaman Yuki di Polokarto. “Saat ini (Selasa sore-red), surat resmi atas penolakan masih dalam proses penyelesaian,” tambahnya.

Harsono menyebut alasan penolakan oleh warga itu adalah ketakutan citra daerah Polokarto berubah. “Ya maklum, warga sudah mengetahui siapa Yuki melalui berita di TV,” katanya.
Dia menjelaskan tanah yang diusulkan sebagai makam Yuki itu belum mendapat izin peruntukan sebagai makam. Tanah itu terletak di samping permakaman umum miliki Dusun Wonosari, Polokarto. “Tanah itu dibeli oleh warga Semanggi dari salah satu warga. Kalau belum ada izin penggunaan lahan untuk permakaman berarti statusnya ilegal,” jelas dia.

Namun, Harsono mengakui sudah ada empat jenazah yang disemayamkan di tanah seluas 2.000 meter persegi itu. Harsono mengaku belum mengetahui pasti identitas pemilik tanah itu. “Dulu pernah ditawarkan setengah untuk diwakafkan sebagai permakaman umum, tapi kami belum menerima izinnya,” jelasnya.

Menanggapi penolakan tersebut, Sekretaris The Islamic Study an Action Center (ISAC) Endro Sudarsono, menyatakan jenazah Yuki tetap akan dimakamkan di Polokarto. Tidak ada rencana pemindahan pemakaman terhadap remaja yang ditembak Densus karena disebut terlibat perampokan di Bank CIMB Niaga Medan itu. “Apapun yang terjadi Yuki tetap dimakamkan di Polokarto,” tegasnya.

Sebelumnya, jenazah salah satu terduga teroris asal Solo, Yuki Wantoro, 20, dibawa pulang keluarganya, Selasa (28/9) malam. Menurut Endro, jenazah berangkat dari RS Polri dr Soekanto pukul 20.30 WIB. “Perjalanan sekitar 10 jam-12 jam diperkirakan kemungkinan tiba di Solo, Rabu (29/9) pukul 09.00 WIB-10.00 WIB,” kata Endro yang turut mendampingi keluarga Yuki saat dihubungi Espos.

Berdasarkan pantauan di RS Soekanto, jenazah Yuki dibawa menggunakan ambulans berwarna abu-abu. Terlihat mobil polisi mengawal keberangkatan. Sebelumnya, proses pengambilan jenazah oleh keluarga mengalami hambatan karena surat serah terima dari Densus 88 kepada keluarga belum selesai. Namun akhirnya masalah ini bisa diselesaikan sehingga jenazah bisa dibawa malam ini juga seperti keinginan keluarga.

Rencananya jenazah akan disemayamkan di rumah duka, di Tempen, Joyosuran, Pasar Kliwon sebelum dimakamkan di tempat permakaman muslim, Wonosari, Polokarto, Sukoharjo. Ditambahkan Endro pada tubuh Yuki terdapat dua luka tembak di pelipis kiri, satu luka tembak di leher kiri. “Selain luka tembak, tangan kiri Yuki patah,” ujar Endro.

pso/m85

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…