Rabu, 29 September 2010 11:52 WIB Internasional Share :

Tak jadi dihukum rajam, wanita Iran dihukum gantung

Jakarta–Ada kabar terbaru mengenai Sakineh Mohammadi Ashtiani, wanita Iran yang ramai diberitakan media asing menyusul vonis hukuman rajam yang dijatuhkan padanya atas dakwaan perzinahan. Kini ibu dua anak itu dihukum gantung atas pembunuhan suaminya.

“Berdasarkan putusan pengadilan, dia dihukum atas pembunuhan dan vonis matinya tersebut memiliki prioritas atas hukumannya karena melakukan perzinahan,” ujar jaksa umum nasional Iran, Gholam-Hossein Mohseni-Ejei dalam konferensi pers di Teheran seperti diberitakan media lokal, Tehran Times dan dilansir News.com.au, Rabu (29/9).

Menurut surat kabar Iran tersebut, pernyataan jaksa tersebut berarti Ashtiani yang suaminya tewas dibunuh sepupunya, tidak jadi dihukum mati dengan cara dirajam. Sebab wanita berumur 43 tahun itu terlebih dulu akan dihukum gantung atas dakwaan keterlibatan dalam pembunuhan suaminya.

“Isu ini hendaknya tidak dipolitisir dan pengadilan tidak akan terpengaruh dengan kampanye propaganda yang dilancarkan media Barat,” cetus Mohseni-Ejei yang juga menjabat sebagai juru bicara pengadilan.

Namun pejabat pemerintahan Iran memberikan keterangan berbeda dengan Mohseni-Ejei. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast mengatakan, belum ada keputusan final mengenai kasus Ashtiani. “Proses pengadilan belum selesai dan penilaian final akan diumumkan setelah proses berakhir,” ujarnya.

Ashtiani telah bertahun-tahun mendekam di penjara. Wanita buta huruf itu terancam dihukum rajam atas dakwaan perzinahan dengan sepupunya. Hukuman rajam tersebut telah menuai banyak kecaman dari berbagai pihak di negara-negara Barat. Pemerintah Iran belum lama ini mengumumkan penundaan hukuman tersebut.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…