Rabu, 29 September 2010 11:14 WIB News Share :

Sekitar 1.000 orang mengungsi ke Mapolres Tarakan

Jakarta–Suasana di Kota Tarakan, Kalimantan Timur, akibat bentrokan dua kelompok warga masih mencekam. Peristiwa itu juga menyebabkan sekitar 1.000 orang terpaksa diungsikan ke Mapolres Tarakan.

“Jumlah pengungsi di Mapolres Tarakan sekitar 1.000 orang,” kata Suwandi Idris, asisten staf khusus presiden bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial, yang berada di Tarakan saat dihubungi melalui telepon, Rabu (29/9).

Menurut Suwandi, lokasi pengungsian tersebut dijaga ketat aparat keamanan. Selain personel polisi, sejumlah anggota TNI dari Yonid 631 juga diberbantukan untuk mengamankan Mapolres Tarakan.

“Bentrokan yang kembali meletus semalam membuat kami lebih berkonsentrasi mengurus masyarakat yang semakin ketakutan,” ujar Suwandi.

Suwandi mengungkapkan, semalam terjadi bentrokan terbuka antara dua kelompok warga. Mereka saling serang dengan menggunakan berbagai senjata tajam. Situasi sedikit mereda saat petugas gabungan TNI dan Polri berhasil melokalisir masing-masing kelompok.

“Namun hingga pagi tadi, masih ada konsentrasi massa di sejumlah titik. Suasana memang sudah tidak terlalu mencekam dibandingkan semalam, namun belum bisa dikatakan kondusif,” ujar Suwandi.

Sebelumnya kronologi yang dilansir Mabes Polri menyebutkan, bentrokan di Tarakan itu melibatkan kelompok warga dari Suku Bugis dan Suku Tidung. Kejadian itu dipicu perkelahian dua kelompok pemuda dari masing-masing suku di Kampung Juata Permai,  Tarakan pada Minggu (26/9), sekitar pukul 22.30 Wita.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…