Rabu, 29 September 2010 03:18 WIB Tak Berkategori Share :

Rudy
Persis siap ke LPI

Solo (Espos)--Persis Solo menyatakan siap ke Liga Primer Indonesia (LPI) jika protes ke PSSI terkait dugaan suap saat laga play off tak digubris. Karena itu hingga kini Persis masih memposisikan diri tetap di Divisi Utama.

“Kalau nanti protes tidak ditanggapi dan ternyata Persis nanti terdegradasi dari Divisi Utama ya lebih baik ke LPI saja. Dan nanti baru tanggal 5 Oktober kan baru ada pengumuman Divisi Utama,” ujar ketua umum Persis, Hadi “Rudy” Rudyatmo ketika ditemui di sela-sela menjenguk seleksi pemain tim berjuluk Laskar Sambernyawa ini di Stadion Sriwedari, Solo, Selasa (28/9).

Seperti diwartakan sebelumnya, Persis melancarkan protes keras ke PSSI terkait dugaan suap yang diduga dilakukan Sekum Pengda PSSI Jateng, Johar Lin Eng dan manajemen Persiku Kudus.

Ketika laga penentuan Persis lawan Persiku hendak digelar, mereka menghubungi sejumlah pemain Persis agar “melepas” pertandingan tersebut.

Lebih lanjut Rudy mengatakan, mestinya PSSI yang telah berkali-kali memanfaatkan Solo sebagai salah satu venue alternatif penyelenggaraan berbagai pertandingan, malu tak memperhatikan protes Persis. Dan yang terakhir, katanya, PSSI juga telah menggunakan Stadion Manahan Solo sebagai ajang penyelenggaraan Piala AFF U-16.

Di sisi lain Rudy mengecam pernyataan dua pemain Persis yang beberapa waktu lalu mengaku dihubungi Johar Lin dan kubu Persiku yaitu, Nova Zaenal dan Eko “Kancil” BS.

Nova dan Ekop dinilai tak memegang komitmen seperti yang dikatakan semula. Sebab ketika mereka diklarifikasi komite eksekutif PSSI, Muhammad Zein pernyataan kedua pemain tersebut dinilai tak sesuai dengan ketika dia menyatakan ke manajemen Persis.

Menyinggung soal keterlibatan Persis di LPI, Rudy menyatakan pihaknya baru sebatas ikut meneken keprihatinan kinerja PSSI. Namun Rabu (29/9) ini pihaknya yang mendapat undangan work shop dari LPI akan mengirim wakilnya.

“Nanti saya akan omong-omong dengan Paulus (ketua Panpel Persis Solo) dulu. Karena dia yang lebih tahu soal undangan work shop ini,” katanya.

ian

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…