Rabu, 29 September 2010 08:35 WIB News Share :

Prajurit TNI di Biak rangkap jadi guru

Biak–Sejumlah prajurit Kodim 1708 Kabupaten Biak Numfor, Papua, yang bertugas menjaga keamanan di wilayah Koramil distrik Biak Barat melaksanakan tugas rangkap menjadi tenaga guru (pengajar) pada sekolah rintisan pemberantasan buta aksara.

Komandan Kodim 1708 Biak Letkol Inf Fahrid Amran, di Biak, Rabu (29/9) mengakui, keterlibatan prajurit TNI menjadi tenaga guru di sekolah setempat sebagai tugas pengabdian anggota dalam upaya mencerdaskan kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia, khususnya di wilayah distrik Biak Barat sekitarnya..

“Sebagai bentuk kepedulian prajurit TNI akan wajib belajar dan pemberantasan buta aksara, tugas sampingan anggota mengajar siswa patut diberikan dukungan moril karena bertujuan mendidik rakyat supaya bisa membaca, menulis dan berhitung,” ucap komandan Kodim termuda di Tanah Papua ini.

Dia mengatakan, untuk membantu pemerintah kabupaten mensejahterakan masyarakat dalam bidang pendidikan, pihak Kodim 1708 Biak sedang membangun satu ruang belajar pemberantasan buta aksara di wilayah Koramil Biak Barat.

Menyinggung fasilitas buku pemberantasan buta aksara, menurut Letkol Fahrid Amran, berbagai buku bacaan buat sekolah pemberantasan buta aksara telah tersedia merupakan bantuan langsung dari ketua pengurus Persit Kartika Chandara Kirana Kodam XVII/Cendetawasih.

“Buku paket kiriman ketua Persit Kodam XVII/Cenderawasih sudah diterima Kodim 1708 Biak, berapa banyak jumlah saya juga tak dapat memastikan karena belum dibuka,” ujarnya.

ant/rif

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…