Rabu, 29 September 2010 08:51 WIB Hukum Share :

Mengantuk saat diajak ML, istri disiram minyak panas

Probolinggo–Hanya karena menolak diajak melakukan hubungan isteri atau making love (ML), Sutina, 30, jadi korban kebrutalan suaminay, Suhud, 40, yang tega menyiram wajahnya dengan minyak panas.

Akibatnya, wajah Sutina melepuh seperti gorengan dan harus tercabik-cabik seumur hidupnya. Perempuan malang warga Dusun Kolak Krajan, Desa Wringin Anom, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo itu kini hanya meratapi nasibnya.

“Ya sakit sekali, Pak,” ujarnya saat ditemui wartawan di rumahnya, Selasa (28/9).

Sebelum kejadian itu, korban tidur bersama dengan anaknya, Atus Soleh, 3,5 di kamar. Saat itu tiba-tiba datang Suhud yang mengajaknya bermesraan. Namun karena ngantuk, korban menolak mengatakan tidak bisa melayani. “Waktu saya diajak begituan saya ngantuk sekali,” kata Sutina memelas.

Namun karena terus dipaksa oleh suaminya, Sutina pun melayaninya. Namun tidak seperti hari-hari sebelumnya. Sutina bersikap dingin. “Ya, karena memang saya capek sekali dan rasa kantuk itu tidak bisa ditahan,” akunya lagi.

Setelah melampiaskan hajatnya, Suhud lalu keluar kamar dan pergi ke dapur. Entah apa yang dilakukannya. Namun lamat-lamat, Sutina sempat mendengar suaminya sedang menggoreng sesuatu. Tahu-tahu, di saat tertidur itu, Sutina langsung menjerit histeris. Dia merasakan panas tiada ampun di seluruh wajahnya.

“Ternyata suami saya menyiram wajah saya dengan minyak goreng. Bahkan siraman minyak goreng itu juga menimpa anak saya,” imbuh dia seraya menahan rasa sakit di bagian wajahnya.

Karena jeritan Sutina keras sekali, para tetangganya kemudian keluar. Sutina bercerita kalau wajahnya disiram dengan minyak goreng oleh sang suami. Saat itu juga para tetangganya membawa korban ke rumah sakit Tongas untuk mendapatkan perawatan intensif.

Melihat ulah tega sang suami terhadap Sutina, wargapun merasa tidak terima. Para tetangga kemudian mencari Suhud yang saat itu juga langsung kabur.

inilah/rif

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…