Rabu, 29 September 2010 10:25 WIB Issue Share :

Konser Five Minutes di Bojonegoro berakhir ricuh

Bojonegoro–Konser musik yang digelar di Bojonegoro berakhir ricuh. Seorang pemuda terpaksa diamankan petugas karena dianggap sebagai biang kerok dalam aksi tawuran antar penonton di depan panggung yang menghadirkan band Five Minutes dan Ipang di lapangan Jalan Veteran, Selasa (28/9) malam.

Awalnya, hiburan musik yang disponsori salah satu produk rokok tersebut berlangsung tertib. Ribuan penonton dari Bojonegoro, Tuban, Lamongan sampai dari Madiun yang  tumplek-blek di lapangan Veteran dengan asyik menikmati aksi group band itu.

Di tengah pertunjukan sempat terjadi aksi tawuran antar penonton, tapi kericuhan itu berhasil diatasi oleh petugas kepolisian yang sejak awal berjaga di pinggir dan di tengah lapangan.

Beberapa lagu mengalir, kericuhan kembali pecah ketika acara menjelang usai. Puluhan pemuda di bawah panggung terlibat adu jotos satu dengan lainya hanya gara-gara diantara mereka terjadi saling senggol ketika sama-sama berjoget.

Seorang pemuda tak berbaju yang diduga menjadi biang dalam kericuhan ini langsung diamankan petugas kepolisian. ia digelandang ke belakang panggung sampai acara selesai untuk mencegah supaya tidak terjadi kericuhan lagi.

“Bosan, selalu terjadi tawuran setiap ada konser. Tak hanya musik dangdut, setiap ada konser group band ternama juga selalu terjadi kericuhan seperti ini,” kata Zaenal, salah satu penonton yang kecewa dengan ulah pemuda-pemuda yang gemar tawur tersebut.

Memang, hampir bisa dipastikan bahwa setiap kali ada pertunjukan music di Bojonegoro selalu diwarnai dengan aksi tawuran antar penonton. Mau dangdut, pop, rock atau aliran musik apapun yang sedang dipertontonkan, selalu saja ada sejumlah penonton yang terlibat baku hantam ketika sama-sama sedang berjoget di depan panggung.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…