Rabu, 29 September 2010 15:33 WIB News Share :

Ketua MPR
Kok preman bawa pistol di tengah kota

Jakarta--Bentrokan antar dua kelompok pemuda di depan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan mengakibatkan 3 nyawa melayang. Di antara korban ada yang tewas karena tembakan pistol. Ketua MPR Taufiq Kiemas pun mempertanyakan keberadaan polisi.

“Aneh ya, kok preman bawa pistol dan di tengah kota. Polisi harus bertindak cepat, dilacak dari mana dapat pistolnya, premannya dari mana. Kan mereka punya intel,” kata Taufiq di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (29/9).

Dia mempertanyakan janji Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri yang akan mengumpulkan dan menertibkan preman.

“Untung ada kejadian, jadi ketahuan. Preman tidak boleh membawa pistol, kalau sekarang sudah memakan korban,” ujarnya.

2 Kelompok pemuda bentrok pada pukul 13.30 WIB. Bentrokan diduga terkait sidang pembunuhan di Blowfish Club. Belum juga sidang digelar, bentrokan pecah di depan PN Jaksel, Jl Ampera.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…