Rabu, 29 September 2010 17:24 WIB News Share :

Ketua DPRD Salatiga sayangkan pernyataan Walikota

Salatiga (Espos)–Ketua DPRD Kota Salatiga, Milhous Teddy Sulistyo menyayangkan pernyataan Walikota John Manuel Manoppo yang menyebut anggot DPRD mencla-mencle terkait sikap penolakan mereka terhadap pembangunan Tugu Tamansari.

Perubahan sikap para anggota Dewan itu, jelasnya, didasari pada kepentingan yang lebih besar yakni terjaganya kondisifitas kota.

“Kalimat mencla-mencle ini tidak pantas dikeluarkan Walikota. Justru langkah kami ini untuk menyelematkan Walikota di akhir masa jabatannya,” tukas Teddy ketika ditemui Espos di ruang kerjanya, Rabu (29/9).

Ia menambahkan pertujuan DPRD atas pembangunan tugu yang direncanakan menelan dana Rp 3,2 miliar dalam kebijakan umum anggaran (KUA) dan plafon prioritas anggaran sementara (PPAS) tahun 2011 adalah bukan harga mati. KUA PPAS sifatnya baru sebatas rencana, jadi bisa berubah.

Perubahan tersebut, lanjut politisi asal PDIP ini, dikarenakan adanya dinamika di masyarakat yang menginginkan agar pembangunan tugu yang menuai kontroversi ini dibatalkan.

“Dari dokumen-dokumen yang ada, kami bisa saja ungkit ketidakkonsistensian Walikota, seperti dalam pembangunan Pasar Jetis, Pasar Rejosari dan Mesjid Raya Daarul Amal yang kini tak jelas kelanjutannya. Tapi kalau kita saling ungkit kan tidak baik,” sambung dia.

Lebih jauh Teddy berpendapat, munculnya persoalan terkait pembangunan tugu ini salah satunya disebabkan tidak adanya komunikasi yang coba dibangun antara Walikota dengan para pemangku kepentingan. Walikota sendiri, tutur Teddy, tidak memiliki keinginan untuk menjalin komunikasi tersebut yang akhirnya menimbulkan penafsiran yang macam-macam di masyarakat.

“Jadi kalau Walikota selalu menggembar-gemborkan sense of belonging, perlu juga sense of crisis. Ini yang tidak dimiliki Walikota,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Walikota menuding DPRD mencla-mencle lantaran beralih sikap menolak usulan pembangunan tugu kendati di awal mendukung. Menurutnya, dukungan itu ditunjukkan dengan disetujuinya anggaran pembangunan tugu itu dalam KUA dan PPAS tahun 2011.

kha

lowongan pekerjaan
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…