Rabu, 29 September 2010 05:28 WIB Hukum Share :

Keinginan menggenggam Ponsel Nexian itu sirna sudah...

Niat hati untuk bersenang-senang di Balekambang, tapi hal tersebut justru berujung malapetaka. Suasana yang alami di kompleks Balekambang ternyata sanggup menggugah sejumlah kawula muda untuk menyambangi salah satu obyek wisata di Kota Bengawan ini.

Seolah bingung menentukan lokasi mana yang akan dituju guna menghindari kepenatan, Kaharyanto, 19, Rg, 18, Rj, 18, dan bersama beberapa teman lain memutuskan pergi ke Balekambang, Selasa (28/9) sekitar pukul 13.00 WIB.

Khususnya, Kaharyanto tercatat sebagai warga Windan RT 1/RW VI, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo.

Mereka semua adalah teman lama yang sudah jarang bertemu satu sama lain dalam waktu beberapa bulan terakhir. Maklum saja, sekitar pertengahan tahun ini seluruh remaja itu baru saja lulus dari sekolah kejuruan di kawasan Mendungan.

Begitu sampai di Balekambang, mereka langsung memilih lokasi kolam pemancingan sebagai sarana menghibur diri. Di kolam yang memiliki kedalaman 2,5 meter tersebut, awalnya Kaharyanto dan teman-temannya yang lain bertingkah seperti pengunjung Balekambang lainnya, yakni menikmati pemandangan alam yang ada.

Entah karena apa, tiba-tiba Kaharyanto melontarkan sebuah keinginan untuk menceburkan diri ke dalam kolam. Sesaat sebelum terjun ke kolam, dirinya menantang salah satu temannya, Rg untuk taruhan.

Ketentuan taruhan adalah ketika dirinya dapat berenang hingga ke tengah kolam untuk menyentuh patung Partini, yang bersangkutan berhak membawa HP Nexian milik Rg minimal dalam waktu satu hari ke depan. Kendati sedikit tidak setuju, namun tantangan tersebut diterima oleh Rg.

Seolah saling deal dengan kesepakatan yang ada, akhirnya, Kaharyanto langsung menceburkan diri ke tengah kolam. Dilihat dari jarak tepi kolam hingga ke patung Partinah sekitar 15 meter.

“Awalnya, hanya ingin bersenang-senang. Tapi, karena korban hobi berenang, begitu melihat kolam langsung dirinya mengajukan taruhan untuk berenang. Tidak ada yang menyuruh sebenarnya. Itu merupakan insiatif dari korban sendiri,” kata Rg saat ditemui wartawan di RS Brayat Minulya, Selasa (28/9).

Lebih lanjut, teman yang enggan disebut namanya itu menerangkan dalam kesehariannya, korban memang memiliki hobi berenang. Di sisi lain, korban juga tidak pernah memiliki gejala penyakit yang dianggap membahayakan.

“Entah kenapa, tiba-tiba teman saya (korban-red) kalap saat akan kembali ke tepi kolam. Padahal, sebenarnya kurang dari empat meter, korban sudah menepi ke kolam. Perlu diketahui juga, mulai besok (hari ini-red) dirinya akan bekerja di Ria Resto Solo,” kata dia.

Menurut petugas di Balekambang, Setyo Budi Nugroho, 28, terjadinya orang kalap di kompleks taman kebanggan Kota Bengawan itu sempat menarik perhatian pengunjung lainnya. Begitu dirinya mendapatkan laporan adanya korban kalap, hampir seluruh petugas langsung merapat ke kolam Balekambang guna memberikan pertolongan bagi korban kalap.

Ponco Suseno

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…