Rabu, 29 September 2010 17:25 WIB Sukoharjo Share :

ISAC akan minta kejelasan surat penangkapan Yuki

Sukoharjo (Espos)–The Islamic Study and Action Center (ISAC), akan meminta kejelasan surat penangkapan salah satu terduga teroris asal Solo, Yuki Wantoro, yang tidak disertakan oleh Mabes Polri bersama surat kematian dan tanda terima jenazah.

Hal itu disampaikan Sekretaris ISAC, Endro Sudarsono di sela acara pemakaman Yuki di  Permakaman Muslim, Dukuh Wonosari, Desa Polokarto, Kecamatan Polokarto, Rabu (29/9).

Dalam kesempatan itu Endro juga menyampaikan sikapnya atas penolakkan warga setempat atas Yuki. Kepada wartawan Endro mengaku telah mendapat informasi tentang kondusifnya lokasi untuk pemakaman Yuki sebelumnya. “Kami mendengar kabar itu (penolakkan-red). Tapi setelah kami tanyakan ke Polres, kami mendapat jawaban mengenai kondusifnya keadaan. Kabar itu kami dapat dari Kabag Min Ops, Kompol Jaka Wibawa,” akunya.

Dia mengklarifikasi status kepemilikan lahan yang dipakai itu merupakan tanah yang diwakafkan dasri Ustad Abu Hasan Alim asal Solo untuk dijadikan permakaman muslim. Dia mengaku bersedia melengkapi prosedur pengurusan kelegalan tanah setelah itu. “Kami akan meminta konfirmasi ke Kades terkait alasan penolakkan. Tapi kami bersedia memenuhi prosedur karena bagaimanapun hal itu menjadi etika bermasyarakat,” katanya. Dia berpedoman kelegalan penggunaan tanah itu tergantung atas kerelaan pemilik tanah yang mewakafkan tempat itu.

Sementara berdasarkan pantauan Espos dalam acara pemakaman tersebut, lokasi permakaman Yuki yang bersandingan dengan permakaman umum Wonosari itu tampak dijaga ketat oleh puluhan anggota Laskar dari berbagai organisasi Islam. Tampak pula aktivitas beberapa kumpulan warga setempat di tempat yang cukup berjarak dari permakaman.

Sebelumnya, sempat beredar kabar mengenai warga yang akan menyampaikan penolakkan itu saat jenazah tiba. Bahkan, mereka telah membawa surat resmi penolakkan yang ditandatangani sejumlah pejabat setingkat RT sampai Kades. Keadaan kedua pihak sempat tampak menegang. Namun, ketegangan itu tak mengakibatkan persinggungan. Jenazah Yuki langsung dimakamkan setelah tiba di lokasi. Pemakaman dilakukan selama sekitar 30 menit.

Dalam kesempatan itu para anggota laskar melarang wartawan tulis maupun foto masuk ke permakaman. Beberapa kali peringatan dilontarkan oleh anggota laskar terhadap wartawan yang mencoba mengambil dokumentasi pemakaman Yuki. Larangan itu dilontarkan melalui teriakkan dan bahkan ancaman merusak kamera para wartawan. Meski demikian Ketua The Islamic Study and Action Center (ISAC), Kurniawan mengklarifikasi adanya larangan tersebut.

m85

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…